Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Boediono dan Sri Mulyani Diolok-Olok di DPR

Insaf Albert Tarigan , Jurnalis-Selasa, 01 Desember 2009 |12:32 WIB
Boediono dan Sri Mulyani Diolok-Olok di DPR
Demo Kasus Bank Century di Depan DPR (Foto: Insaf Albert/okezone)
A
A
A

JAKARTA - Ada-ada saja ulah para demonstran untuk mengekspresikan kejengkelan mereka terhadap pejabat yang dianggap bertanggungjawab atas skandal dana talangan Bank Century sebesar Rp6,7 triliun. Hal itu terlihat dalam aksi protes di depan Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/12/2009).

Massa membentangkan poster berisi protes dan gambar Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani bak bajak laut, mafia, drakula, dan maling. Para demonstran juga menggelar atraksi topeng monyet untuk mengejek kedua pejabat itu.

Tak ayal, aksi tersebut menyedot perhatian para demonstran lain, tak terkecuali para pemburu berita. Dalam pertunjukan itu digambarkan dua ekor monyet bertopeng Sri Mulyani dan Boediono sambil memegang mata uang USD. Pada saat bersamaan, massa meneriakkan, "Sri Mulyani maling, Boediono Maling".

Dari sekian banyak panji-panji aksi, poster dan hinaan terhadap Sri Mulyani tampak lebih dominan. Menteri yang berkantor di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, itu digambarkan dalam berbagai bentuk, mulai dari koboi sampai gembong mafia. Agaknya, aktivis masa bodoh dengan predikat Menteri Keuangan terbaik di dunia yang pernah disandang Sri Mulyani. Demikian juga dengan prestasinya dalam mereformasi Departemen Keuangan.

Hari ini, massa sepakat satu suara, seperti yang tertulis pada spanduk mereka, "Bongkar Tuntas Kasus Bank Century. Tangkap dan Adili Sri Mulyani dan Boediono".

(Lamtiur Kristin Natalia Malau)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement