BANDUNG - Lantaran kurang diminati, pengoperasian Kereta Api Priangan Ekspres (KPE) jurusan Pasar Senen, Jakarta-Banjar, Jawa Barat, dihentikan, mulai Selasa (1/12/2009).
Menurut Vice President Public Relation (PR) PT KA, Adi Suryatmini, KPE dihentikan karena tidak memenuhi target okupansi minimal 30 persen, sejak resmi dibuka tiga bulan lalu.
"Secara resmi, penghentian pengoperasian kereta api ini dilakukan Selasa besok. Semua aktivitas komersil KPE berhenti total. Dasar penutupan karena keberadaan KPE tidak sesuai target," ujar Adi Suryatmini kepada wartawan di Kantor PT KA.
Menurut Adi, sejak diresmikan pada Agustus 2009 lalu, tingkat okupansi penumpang rata-rata antara 20 hingga 30 persen. Hal tersebut, kata dia, tidak memenuhi syarat minimal biaya operasioal.
"Seharusnya standar minimal okupansi sebesar 60 persen, sehingga PKE tetap bisa beroperasi. Kita bukannya tidak memperhatikan keinginan masyarakat. Namun faktor biaya operasional tetap harus diperhitungkan jika tidak ingin perusahaan merugi," paparnya.
Selain itu, kata dia, faktor tarif dan jadwal keberangkatan KPE menjadi kendala tersendiri. Kalaupun nanti KPE ingin dibuka lagi, lanjut dia, perlu dilakukan revisi dan kajian yang akurat terkait tarif, jarak tempuh, dan jadwal keberangkatan
Adi menambahkan, sebetulnya, sebelum KPE diluncurkan tiga bulan lalu, sudah dilakukan survei tentang KPE yang melibatkan PT KA DAOP II dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.
"Namun disayangkan, pada kenyataannya, hasil yang ada tidak sesuai harapan. Bahkan terkait masalah tarif, PT KA sudah sedemikian rupa coba mengutak-atik. Namun tetap tidak bisa menurunkan tarif lagi," tegasnya.
(ful)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan