BANDUNG - Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Rasyid Qurnuen Aquary mengaku siap mencium kaki Wali Kota Bandung, Dada Rosada. Hal itu diungkapkan Rasyid terkait berlarut-larutnya proses perizinan pembangunan kolam renang Graha Tirta Siliwangi, dan jembatan penyeberangan orang (JPO).
"Kalau perlu, saya akan menyembah (wali kota), saya akan cium kakinya, yang penting izin keluar," kata Rasyid kepada wartawan, usai membuka lomba renang militer, di Graha Tirta Siliwangi, Rabu (2/12/2009).
Rasyid mengaku tidak tahu alasan berlarut-larutnya proses izin pembangunan tersebut. Padahal, hampir di setiap kesempatan, Rasyid mengaku kerap berbincang dengan wali kota.
"Saya tidak tahu alasan kenapa izin pembangunan tersebut bisa berlarut-larut. Kami sudah sering bicara dengan wali kota. Tapi kendalanya, saya tidak tahu," ujar Rasyid.
Lebih jauh Rasyid mengatakan, pembangunan kolam renang dan JPO dilakukan semata-mata untuk kepentingan prajurit dan masyarakat umum, bukan kepentingan pangdam.
"Kolam renang ini untuk kepentingan prajurit. Pembangunan JPO pun untuk masyarakat umum. Selama ini, banyak kecelakaan di depan Kodam (Jalan Aceh), sehingga kita bikin JPO," kata Rasyid.
Lebih jah Rasyid menjamin, JPO yang dibangun Kodam akan bersih dari reklame. "Saya jamin, tidak akan ada reklame di JPO tersebut," tadas Rasyid.
(fit)