TEGAL - Sebanyak 29 dari 41 sungai di lima wilayah satuan kerja Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Pemali-Comal rawan banjir dan longsor pada tebing dan tanggul.
Ancaman banjir itu karena sebagian besar kondisi tanggul dan tebing sungai mengalami kerusakan akibat sedimentasi dan aktifitas penambangan galian C.
Sungai tersebut antara lain Sungai Pemali, Sungai Cisanggarung, Sungai Kabuyutan, Sungai Babakan, Kali Erang, Kali Keruh, Sungai Kumisik, Sungai Gung, Kali Gangsa, dan Kali Rambut. Selain itu, Sungai Bremi, Sungai Sengkarang, Sungai Comal, Sungai Sragi lama, dan Sungai Gabus.
Potensi terjadinya banjir di wilayah BPSDA itu antara lain disebabkan kapasitas sungai tidak mampu menampung banjir (Sungai Pemali di Peguyangan, Brebes), sedimentasi dasar sungai cukup tinggi sehingga banjir melimpas tanggul (Kali Gabung Batang). Selain itu, tanggul sungai bobol (Sungai Pemali Brebes), tanah longsor menutup alur sungai (Sungai Keruh Bumiayu).
Kasi Pengendalian dan Pendayagunaan Balai PSDA Pemali-Comal Pangestu Yudhowono mengatakan, selain kerusakan pada sungai, potensi banjir disebabkan beberapa gorong-gorong sungai pecah, pintu air macet, palung sungai mengalami degredasi atau penurunan dan drainase lokal yang tertutup akibat pembangunan proyek jalan tol dan double track yang kurang koordinasi .
Kerusakan sungai paling parah akibat penggalian pasir dan batu atau galian C liar. Aktifitas ini membuat alur sungai berubah arah.
"Selain itu, rusaknya vegetasi di daerah atas (hulu) yang sudah rusak juga sangat membantu terjadinya banjir," pungkasnya, Rabu (2/12/2009).
(Kastolani/Koran SI/teb)