SURABAYA - Sejak enam hari lalu, Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) menemukan patahan di tengah kolam penampungan luapan lumpur Lapindo.
Patahan muncul karena ada perbedaan ketinggian tanah antara sisi sebelah utara dengan sisi sebelah selatan.
"Jika kita berdiri di sekitar kolam, maka kita akan melihat patahan yang membentang sekitar 500 meter hingga 700 meter. Dan antara sisi utara dan selatan tingginya tidak sama. Lebih rendah di sisi utara," kata juru bicara BPLS Achmad Zulkarnain saat dihubungi okezone, Rabu (02/12/2009).
Kata Zulkarnain, patahan yang terjadi di tengah kolam lumpur ini membuktikan jika pergerakan tanah di sekitar luapan lumpur sangat dinamis. Namun, meski muncul patahan di tengah kolam lumpur, Zulkarnain menyatakan tidak membahayakan keberadaan tanggul yang dikhawatirkan bisa jebol karena penurunan tanah tersebut..
"Semua permukaan bumi pasti bergerak. Namun di sekitar semburan memang lebih dinamis. Tapi tetap terjadi secara gradual sehingga lebih dapat diantisipasi," ujar Zulkarnain.
Untuk memantau pergerakan tanah, BPLS menempatkan 15 titik pantau. Dan dari lima belas titik pantau tersebut menunjukkan terjadinya pergerakan tanah yang sangat dinamis. "Bahkan pergerakan tanah di sekitar tol buntung (jalan layang tol yang sudah dibongkar) menunjukkan penurunan tanah mencapai 45 cm," ujar Zulkarnain.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.