getting time...

Dukung Balibo, PDIP Tidak Takut dengan Australia

Maria Ulfa Eleven Safa - Okezone
Kamis, 3 Desember 2009 17:57 wib

JAKARTA - Lembaga Sensor Film (LSF) seharusnya tidak perlu melarang penayangan film Balibo di Tanah Air. Kebijakan sensor tersebut dinilai kembali ke zaman dahulu.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPR Pramono Anung kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (3/12/2009).

"Sekarang bukan waktunya lagi ada lembaga swasensor terhadap apapun," kata Pramono.

Seharusnya menurut Pramono, LSF memberikan kesempatan kepada produsen film untuk mengedit filmnya sesuai ketentuan yang ditetapkan, bukan dilarang.

Terkait kekhawatiran sejumlah pihak atas hubungan Indonesia dan Australia jika film itu ditayangkan, Pramono pun menampik hal tersebut. "Kenapa mesti takut dengan Australia?" pungkas Sekjen PDIP itu.


(lam)

  • Yus Reds » 0 Tanggapan
    WN Australia kayanya lebih perhatian sama peristiwa di Bali, daripada peristiwa di Timor. Karena jurnalis yg datang ke daerah konflik pasti sudah siap mental, sangat berbeda dgn wisatawan yg datang mau tamasya. Itupun mereka kayanya sudah tidak mempermasalahkan/mengungkit lagi. Jadi, tindakan LSF berlebihan! dgn alasan yg terlalu dibuat-buat!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Anton » 0 Tanggapan
    Betul..! Gimana kalo sejarahnya sebenarnya malah yang di BALIBO? Film sejarah buat pendidikan dilarang? Kapan majunya kalo cuma nonton Kuntilanak sama Pocong? Buat LSF: Sering-sering aja sensor adegan kasih sayang, tayangin yang tawuran, kerusuhan, kalo mau tambah runyam bangsa ini...
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.