JAKARTA - Kondisi pariwisata DKI Jakarta masih jauh dari baik karena target jumlah wisatawan tahun depan rendah. Bahkan untuk tahun ini jumlahnya direvisi.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budiman mengatakan, untuk 2010 target penambahan wisatawan domestik hanya sebesar lima persen. Target serendah itu juga berdasarkan hasil proyeksi Organisasi Kepariwisataan Dunia yang melihat jumlah perjalanan wisata dunia sangat rendah di tahun mendatang.
Dia menambahkan, rendahnya target tersebut karena resesi finansial dunia yang masih melanda. Selain itu juga karena penyebaran virus flu babi atau swine influenza (H1N1). Sementara untuk 2009 ini, target jumlah wisatawan yang megunjungi Ibu Kota direvisi, dari 1,6 juta menjadi 1,4 juta.
"Kami revisi karena ada bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton Juni lalu," jelasnya di Blowfish Restaurant pada acara Adikarya Wisata DKI Jakarta 2009, Kamis (3/12/2009).
Selain mengandalkan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), pariwisata Jakarta juga mengandalkan pada pertunjukan musik, baik itu rock, jazz, blues, dan pop. Pertunjukan showbiz lainnya semacam film, ungkap Arie, pada tahun depan juga turut berperan serta untuk meningkatkan wisatawan ke Jakarta.
Arie menambahkan, pariwisata di DKI mesti didukung karena sangat berkontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD). Arie mencontohkan, tahun lalu saja, pajak hotel yang terkumpul mencapai Rp1,6 triliun. Selain menambah even-even di Jakarta, pihaknya juga akan meningkatkan promosi potensi pariwisata Ibu Kota ke luar negeri.
(Neneng Zubaidah/Koran SI/teb)