tragedi sukhoi

Menbudpar: Film Balibo Sudutkan Indonesia

Amirul Hasan - Okezone
Jum'at, 4 Desember 2009 10:01 wib

JAKARTA - Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik menilai film Balibo menyudutkan bangsa Indonesia. Film itu, dianggap dapat mengganggu hubungan Indonesia dengan Timor Leste maupun Australia.

Jero mengaku telah menonton film karya sutradara Australia Robert Connolly itu. Menurut dia, film berceritakan perjalanan peliputan lima wartawan asing di Timor Timur tahun 1975 tidak layak untuk disiarkan di Indonesia.

"Film itu mendiskreditkan Indonesia," kata Jero usai mengikuti pelepasan atlet Sea Games di Istana Negara, Jakarta, Jumat (4/11/2009).

Jero menambahkan, misteri tewasnya lima wartawan, yakni Greg Shackleton, Brian Peters, Malcolm Rennie, Gary Cunningham, dan Tony Steward sudah terang. "Yang sudah lewat jangan diungkit lagi," sambungnya.

Karenanya, Jero mendukung keputusan Lembaga Sensor Film (LSF) melarang pemutaran Balibo di Indonesia. Selain kental unsur politis, film itu, kata dia, tak layak menjadi tontonan masyarakat. "Kalau ada yang kurang puas (dengan keputusan LSF) itu biasa," ujar dia. (frd)


(hri)

  • Dimas » 0 Tanggapan
    Buat apa film ini dilarang? Memang sekarang msh zaman orde baru? Melihat masalah tuh jgn dari satu sisi saja tapi dari sisi yang satunya juga.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • wawan » 0 Tanggapan
    setujuuu.... kesamaan film G30S PKI belum tentu 100% kisah nyata dan mungkin hanya sekedar film, film BALIBO belum tentu pula 100% kisah nyata dan hanya sekedar film juga. PERBEDAANNYA : film G30SPKI menumbuhkan nasionalisme dan sifat menghargai para pahlawan, sedangkan BALIBO sebagai sarana menjual bangsa ini untuk di purukkan dan di caci maki serta mencerminkan bangsa Indonesia Biadab, disaat bangsa ini bertatih-tatih untuk kembali bangkit dan upaya menuju kejayaannya kembali...
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.