getting time...

Intel Harus Buktikan Kekhawatiran Presiden

Lamtiur Kristin Natalia Malau - Okezone
Sabtu, 5 Desember 2009 08:27 wib
Presiden SBY (Foto: presidensby.info)
Presiden SBY (Foto: presidensby.info)

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) khawatir aksi antikorupsi pada 9 Desember 2009 ditunggangi kepentingan politik lain. Saatnya intelijen bekerja.

Menurut Pengamat politik Universitas Indonesia Zulfikar Ghazali, jika Presiden mencurigai gerakan-gerakan di balik aksi massa tersebut, maka hal itu seharusnya bisa dibuktikan oleh kerja intel. Informasi tentang kecurigaan Presdien itu harus dibuktikan agar tidak meresahkan masyarakat.

"Kalau sampai benar ada kerusuhan, itu berarti intel nggak kerja. Harusnya intel kan lebih tahu," kata Zulfikar saat dikonfirmasi okezone, Sabtu (5/12/2009).

Menurut Zulfikar, Presiden selama ini terlalu asyik dengan dunianya sendiri. Akibatnya, Presdien merasa nyaman dengan karakternya nyang lamban, sedangkan kondisi dalam negeri saat ini membutuhkan reaksi cepat dari seorang pemimpin. Maka itu, Presiden tidak siap dengan gerakan-gerakan massa yang muncul akhir-akhir ini.

"Presiden terlalu takut. Kalau people power untuk menggulingkan pemerintahan belum ada lah," pungkasnya.


(lam)

  • Andrew Djohant » 0 Tanggapan
    Wah,,,,itu kn tak perlu dikhawatirkan?? Sebenarnya hrus bangga krn rakyat mau adanya pemerintahan yang bersih dr korupsi, lagian kasus2 yg trjd skrg trlalu lama dikomntari??
    Beri Tanggapan Laporkan
  • benny a akrin » 0 Tanggapan
    saya rasa presiden tidak perlu takut kalau memang tidak bersalah,sikap sperti itu menandakan kalau pa presiden khawatir aibnya terbongkar.......
    Beri Tanggapan Laporkan
  • trimarhaeni » 0 Tanggapan
    Dah gak zamannya lagi rakyat dicurigai seperti ORBA. Buang ORBA, ganti kebebasan dan demokrasi.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • bibit » 0 Tanggapan
    yah orang jadi jendral lebih banyak dibelakang meja kan pasti beda dengan jendral lapangan yg tegas dan lugas
    Beri Tanggapan Laporkan
  • » 0 Tanggapan
    yah orang jadi jendral lebih banyak dibelakang meja kan pasti beda dengan jendral lapangan yg tegas dan lugas
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.