getting time...

RS Omni Kritik Pendukung Prita Mulyasari

Ajat M Fajar - Okezone
Minggu, 6 Desember 2009 08:00 wib

JAKARTA - Dukungan untuk Prita Mulyasari terus mengalir. Namun, pihak RS Omni Internasional malah mengkritik dukungan publik itu. Kuasa hukum RS Omni Risma Situmorang mengatakan dukungan itu hanya opini publik yang tidak berdasar pada fakta sebenarnya.

"Orang tidak mengetahui fakta, kita negara hukum dan kita hargai pengadilan. (Dukungan) itu hanya opini publik," ujar Risma saat berbincang dengan okezone via telepon, Minggu (6/12/2009).

Soal perkara Prita, dia menegaskan pihaknya masih membuka pintu penyelesaian masalah dengan cara kekeluargaan. "Kami siap 24 jam dan masih membukakan pintu maaf," jelasnya.

Terkait rencana Departemen Kesehatan yang akan memfasilititasi penyelesaian kasus Prita dan pihak RS Omni, Risma belum menerima kabar itu. "Kami belum mendengar kabar tersebut," ungkapnya.

Prita diputus bersalah dalam gugatan perdata yang dilayangkan RS Omni Internasional ke PN Tangerang 19 Oktober lalu. Di tingkat banding, majelis hakim Pengadilan Tinggi Banten menyatakan Prita selaku tergugat bersalah dan dihukum membayar ganti rugi material dan immaterial kepada pihak penggugat sebesar Rp204 juta.

Saat ini dukungan bagi Prita dilakukan melalui 'Posko Koin Peduli  Prita'. Salah satu posko berada di Komplek PWR, Jalan Taman Margasatwa No 60, Jatipadang, Jakarta Selatan.    Disana, masyarakat bisa menyumbangkan bantuannya berbentuk uang koin untuk meringankan beban Prita membayar denda. (frd)
(kem)

  • arjuna » 0 Tanggapan
    biadab bidan budi asih , kebonhajo semarang
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Bernard J » 0 Tanggapan
    Bung Rahardian, andapun harus bijaksana sebab bisa bisa anda dituduh kaki tangan RS Omni, soal rejeki itu Tuhan yang mengatur dan para oknum yang bersalah biarpun kaya harus tetap dapat sangsi moral oleh masyarakat
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Bernard J » 0 Tanggapan
    Bung Rahardian, apa masyarakat menurut anda "tidak bijaksana"? Masyarakat kan hanya membela secara spontan mbak Prita yang diperlakukan secara tidak adil
    Beri Tanggapan Laporkan
  • rahardian sulistiyardi » 0 Tanggapan
    Masyarakat juga sebaiknya bijaksana dibalik kejadian "prita" yang "menderita" karena kasus ini masih banyak juga yg menderita yaitu para karyawan & perawat yg bekerja di RS OMNI. Kalo RS OMNI secara institusi pasti nggak akan berdampak banyak, kalaupun mesti tutup manajemen RS OMNI paling hanya beberapa orang saja (itupun sudah pasti kaya) yang kena dampak & tinggal mengalihkan bisnisnya saja. Tapi bagaimana nasib para karyawan : Taruhlah ada 200 karyawan ditambah anak 1 sama 1 istri/suami artinya ada 600 orang. Distributor yang memasok kebutuhan RS OMNI kita anggap ada 50 distributor masing-masing 1 karyawan ditambah 1 anak & 1 istri/suami artinya ada 150 orang. Total ada 750 orang yang menggantungkan hidupnya di RS OMNI. Semoga yang 750 jiwa baik karyawan, distributor serta keluarganya dikuatkan iman dan diberikan ketabahan. Amin.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • rahardian sulistiyardi » 0 Tanggapan
    Masyarakat juga sebaiknya bijaksana dibalik kejadian "prita" yang "menderita" karena kasus ini masih banyak juga yg menderita yaitu para karyawan & perawat yg bekerja di RS OMNI. Kalo RS OMNI secara institusi pasti nggak akan berdampak banyak, kalaupun mesti tutup manajemen RS OMNI paling hanya beberapa orang saja (itupun sudah pasti kaya) yang kena dampak & tinggal mengalihkan bisnisnya saja. Tapi bagaimana nasib para karyawan : Taruhlah ada 200 karyawan ditambah anak 1 sama 1 istri/suami artinya ada 600 orang. Distributor yang memasok kebutuhan RS OMNI kita anggap ada 50 distributor masing-masing 1 karyawan ditambah 1 anak & 1 istri/suami artinya ada 150 orang. Total ada 750 orang yang menggantungkan hidupnya di RS OMNI. Semoga yang 750 jiwa baik karyawan, distributor serta keluarganya dikuatkan iman dan diberikan ketabahan. Amin.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.