DEPOK - Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Depok menyiapkan posko guna mengantisipasi efek samping setelah meminum obat kaki gajah. Posko ini akan dibuka selama tiga hari untuk menangani keluhan warga.
"Kami siap. Kami sudah melatih kader dan mereka sudah melarang warga yang hipertensi, dibawah usia dua tahun, diatas usia 65 tahun, serta wanita hamil, tidak boleh minum obat tersebut. Dan kita sudah pengalaman sudah gelar tiga kali dan tahun kedua, obatnya aman." ujar Wakil Walikota Depok, Yuyun Wirasaputra di Depok, Sabtu (5/12/09).
Sementara itu, Kepala Puskesmas Beji, Trisna Setiawan mengatakan, Dinas Kesehatan akan melakukan pengecekan ke rumah warga, untuk memastikan semua warga telah mendapatkan obat cegah penyakit kaki gajah.
"Target kita untuk Beji saja ada 115 ribu warga, dan kita akan gelar hingga esok hari, jadi masih ada kesempatan sampai besok, yang jelas kita sudah latih kader agar tidak terjadi kelalaian pemberian obat." Kata Trisna.
Pengobatan massal kaki gajah digelar dua tahap dimulai hari ini di Kecamatan Beji, Cimanggis, dan Sukmajaya, untuk dilanjutkan pada 12 Desember 2009 di Kecamatan Sawangan, Limo, dan Pancoran Mas. Di Depok sendiri jumlah penderita kaki gajah kronis mencapai 22 penderita dimana sejak tahun 2005, Depok sudah dinyatakan sebagai daerah endemis kaki gajah. (frd)
Â
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.