JAKARTA - Gagal menjadi menteri kesehatan dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, bukan berarti karier Nila Djuwita Anfasa Moeloek berakhir. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tetap menawarkan Nila untuk membantu dirinya.
Posisi yang ditawarkan SBY, yakni duta besar Indonesia untuk Millennium Development Goals (MDG). Ini tidak terlepas dari kegiatan Nila yang kini menjadi Guru Besar Kedokteran Fakultas Indonesia ini.
"Saya meminta kesediaan beliau (NIla) untuk berkenan menjadi special envoy dan duta besar Indonesia untuk Millennium Development Goals. Saya berharap beliau mau menerimanya," kata Presiden.
Ini diungkapkan SBY dalam sambutannya di pembukaan Dharma Wanita Persatuan Pusat di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (7/12/2009).
Belum ada komentar Nila atas tawaran Presiden tersebut. Kini acara yang dihadiri anggota Dharma Wanita Persatuan Pusat masih berlangsung.
Sebelumnya, Nila yang juga istri dari Farid Anfasa Moeloek, Menteri Kesehatan pada Kabinet Reformasi Pembangunan, sempat disebut-sebut menjadi calon kuat Menteri Kesehatan pada Kabinet Indonesia Bersatu II setelah mengikuti proses seleksi calon menteri pada 18 Oktober 2009.
Namun saat pengumuman, nama Nila tidak disebut Presiden. Nila dikabarkan gagal menjadi menteri karena dikabarkan tidak kuat menahan tekanan atau stress.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.