BANDUNG - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan parlemen di Asia hendaknya mengambil peran untuk mengawal demokrasi. Lembaga yang mewakili suara rakyat itu berdiri atas prinsip demokrasi.
"Di sisi lain, kita juga harus memahami bahwa parlemen adalah sebuah kelembagaan politik yang merupakan hasil dari proses demokrasi. Oleh karena itu, tentu ada hubungan yang sangat erat, antara pengembangan parlemen dan pengembangan demokrasi," ungkap Presiden SBY dalam pidato pembukan sidang pleno ke-4, Asian Parliamentary Assembly (APA) di Gedung Asia Afrika, Bandung, Selasa (8/12/2009).
Namun demikian, SBY mengingatkan bahwa pengembangan demokrasi di tiap negara berbeda, karena mengikuti budaya, tradisi, dan latar belakang sejarah. Oleh karena itu, katanya, APA harus terus memahami keunikan corak demokrasi dari negara-negara anggotanya.
"Di sisi lain, tidak boleh ada satupun pemerintahan yang memaksakan keseragaman (uniformity) bagi warganya. Sebaliknya, pemerintah harus menjadikan keberagaman itu sebagai sebuah sumber kekuatan. Pemerintah, harus terus menghargai pluralisme, perbedaan opini, dan kepercayaan dari para warga negaranya," paparnya.
Menurut SBY, sebagai organisasi regional, peran APA, tidak hanya mendorong penguatan demokrasi di kawasan, tetapi juga menjamin bahwa demokrasi dapat membantu menghasilkan perdamaian, kesejahteraan, dan kemajuan.
"Saya sangat bergembira, APA siap menghadapi tantangan seperti itu, dan siap pula untuk menjadi kekuatan dalam kerja sama dan kemajuan di wilayah ini," tuturnya.(ton)
(M Budi Santosa)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.