Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

SBY: Abad 21, Asia Poros Pertumbuhan Dunia

Amirul Hasan , Jurnalis-Selasa, 08 Desember 2009 |11:58 WIB
SBY: Abad 21, Asia Poros Pertumbuhan Dunia
(Foto: Koran SI)
A
A
A

BANDUNG - Abad ke-21 penuh dengan peluang. Arsitektur ekonomi global dan tatanan geopolitik berubah sangat cepat. Negara-negara di Asia akan muncul sebagai solusi dari perubahan itu.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka sidang pleno ke-4 Asian Parlimentary Assembly (APA) di Gedung Asia Afrika, Bandung, Selasa (8/12/2009).

"Dalam dunia yang sedang bertransformasi, Asia akan menjadi semakin relevan dan semakin mengemuka peranannya. Hal ini dapat dilihat misalnya, dari bagaimana Asia menjadi bagian dari solusi krisis perekonomian global dewasa ini. Kita telah menjadi bagian dari solusi, untuk berbagai masalah yang kompleks dan saling terkait secara lokal, nasional, regional, dan global," kata Presiden SBY.

Momentum ini, kata SBY, juga harus dimanfaatkan untuk merekatkan kerja sama dan kemitraan.

Dia meyakini kunci dari masa depan Asia yang damai dan sejahtera terletak pada kapasitas pembangunan dan menyebarkan soft power. Apabila abad 21 dapat dijadikan soft power, maka akan terwujud Asia yang berbeda.

"Asia yang penuh jaringan kemitraan dan toleransi. Asia yang damai dan sejahtera. Asia yang menjadi poros pertumbuhan dunia," terangnya.

Dalam kesempatan itu, SBY mengingatkan tidak ada satu negara pun yang dapat mengatasi sendiri semua masalah. Untuk itu kerja sama pada tataran regional dan global menjadi keharusan. Dia menyoroti peran bangsa-bangsa dalam perubahan iklim sebagaimana dalam pertemuan yang digelar di Kopenhagen, Denmark (COP-15).

"Perundingan ini harus membuahkan suatu konsensus global yang lebih efektif dari Protokol Kyoto, untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dunia. Karenanya, APA, yang mewakili rakyat Asia, diharapkan dapat turut mendorong dan menyukseskan Konferensi Kopenhagen yang akan datang, dan ikut menjaga kesepakatan yang insya Allah akan dilahirkan di sana," tandasnya.

(Dian AF)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement