getting time...

Atasi Banjir, Air Ciliwung Dilimpahkan ke BKT

Selasa, 8 Desember 2009 11:09 wib
Banjir Jakarta (Foto: Heru H/okezone)
Banjir Jakarta (Foto: Heru H/okezone)

JAKARTA - Pemprov DKI akan memotong aliran Sungai Ciliwung karena luapan airnya dinilai sudah mengkhawatirkan. Pemotongan ini untuk mengalirkan air ke Banjir Kanal Timur (BKT).

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, areal kali di sekitar Bidara China,Jakarta Timur akan dipotong dengan terowongan yang akan mengalirkan air ke BKT. Terowongan tersebut akan dipasangi pintu sehingga dapat menutup dan membuka saat ketinggian air sudah sangat mengkhawatirkan.

"Nantinya, air Sungai Ciliwung yang hanya mengalir ke Banjir Kanal Barat juga akan mengalir ke BKT," kata Fauzi Bowo kemarin. Sementara di hilir sungai akan dibangun waduk yaitu di Gadog, Bogor. Kapasitas waduk tersebut mencapai 2 juta m3 atau lebih besar dari Situ Gintung yang hanya 1 juta m3.

Selain untuk menahan banjir, waduk tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk banyak hal seperti sumber cadangan air dan rekreasi. Menurut Fauzi, waduk dan terowongan ini keharusan sebab waduk hanya mampu menahan limpasan air di hilir sungai. Apabila terjadi hujan besar di Bogor, waduk ini diharapkan bisa efektif menahan air tersebut. Menurut mantan Wakil Gubernur DKI era 2002-2007 ini, Sungai Ciliwung perlu perhatian khusus karena mempunyai kondisi yang ekstrem. Saat musim penghujan volume air meningkat tajam.Sebaliknya, di musim kemarau sungai ini sangat kering.

"Inilah alasan sungai ini penting ditangani secara khusus," ucapnya. Adapun program jangka panjang, pemprov akan membangun tembok penahan air laut (seawall) khusus di sekitar Jakarta Utara. Dia mengaku akan meniru pembangunan seawall di Rusia dan New Orleans, Amerika Serikat. Realisasinya masih menunggu satu dekade lagi. Di bagian lain, untuk mengantisipasi korban tenggelam, pelaksana proyek BKT sudah memasang sedikitnya 20 rambu di titik-titik rawan. "Titik rawan tersebut dikarenakan proyek ini bersinggungan dengan permukiman warga," ungkap Pejabat Pembuat Komitmen Proyek BKT Parno. Wilayah rawan tersebut, menurut Parno, berada di Kelurahan Duren Sawit, Pondok Kopi, dan Ujung Menteng.

Di tempat itu masyarakatnya kurang sadar akan bahaya memasuki wilayah proyek. "Mulai kemarin juga sudah kami tembok beton dan akan dipasang pagar kawat," ungkapnya.
(Koran SI/Koran SI/ahm)