getting time...

"Jangan Main-Main Pimpin Pansus, Bang Idrus"

Yuni Herlina Sinambela - Okezone
Selasa, 8 Desember 2009 13:02 wib

JAKARTA - Ketua Pansus Angket Century Idrus Marham diminta untuk serius dalam mengungkapkan permasalahan dana talangan di Bank Century senilai Rp6,7 triliun.

Menurut Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti, keseriusan dan komitmen dari kinerja pansus terhadap penyelesaian skandal Century ini, menentukan nasib selanjutnya apakah pansus masih menjadi kawan atau lawan.

"Jangan main-main Bang Idrus.  Pansus dibentuk untuk mengungkapkan kasus Bank Century, kebenaran sesungguhnya. Saat ini pansus masih kawan minimal bukan maksimal, tapi kalau main-main bisa saja menjadi lawan maksimal," kata Ray di acara diskusi "Pansus Angket Bank Century: Kawan atau Lawan? di Gedung PBHMI, Jalan Diponegoro Nomor 16, Jakarta Pusat, Selasa (8/12/2009).

Sementara Idrus menyatakan tegas bahwa pansus berkomitmen secara sungguh-sungguh dalam mengungkapkan kasus skandal Bank Century.

"Ini permasalahan bangsa yang serius dan persoalan yang sensitif dan seksi. Saya belum mau main-main, belum punya anak karena telat kawin," gurau Sekjen DPP Partai Golkar itu.

Namun dia menegaskan kembali secara serius bahwa pansus terbentuk, bekerja secara instrumen data dasar investigasi BPK.

"Saya mau jadi teman tentunya bukan lawan," tegas Idrus.
(lsi)

  • arfa » 0 Tanggapan
    Saya yakin bang Idrus arek Suraboyo masih belum lupa pada semangat 10 Nopember yang mengobarkan jiwa dengan semangat kepahlawananya. Insya'Allah bang Idrus tak akan berkhianat pada amanat bangsa dan rakyat Indonesia yang menghantarnya ke kursi Dewan yang terhormat. Karena beliau yakin sepenuhnya bahwa siksa neraka adalah jaminannya bagi si penghianat.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Aldila » 0 Tanggapan
    Bang Idrus harus ingat ini adalah amanat Rakyat yg tertindas...!!! apabila tidak dijalankan sebaik-baiknya anda akan bertanggung jawab di hadapan Allah SWT
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.