getting time...

Siswi SMK Meninggal Diduga Korban Malapraktik

Selasa, 8 Desember 2009 23:13 wib

TEGAL - Seorang siswi SMK 1, Kota Tegal, Adinda Kartika Putri, diduga menjadi korban malapraktik di RSUD Kardinah, Tegal. Remaja 16 tahun itu tewas setelah disuntik.

Putri kedua pasangan Juri (35) dan Wahyuni (35) warga Jalan Perintis Kemerdekaan, 13 A, Nomor 35, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, ini meninggal beberapa jam setelah mendapatkan suntikan dari seorang dokter di rumah sakit setempat. Korban bahkan mengalami kejang-kejang setelah disuntik dengan cairan berwarna kuning sebelum akhirnya meninggal pada Senin (7/12/2009) dini hari.

Wahyuni (35) ibu kandung Adinda mengatakan kondisi kesehatan anaknya terus memburuk setelah mendapat suntikan dari seorang dokter jaga berinisial Dr S. Sebab, cairan yang dimasukkan melalui jarum suntik ke tubuh anaknya itu berbeda dengan cairan yang diberikan oleh Dr Indriyani yang menangani korban.

"Setelah disuntik dengan cairan kuning tubuh anak saya kejang-kejang.Mulutnya juga keluar busa. Tapi, oleh dokter itu anak saya dibiarkan begitu saja sampai meninggal," kata dia ditemui di RSUD Kardinah, Selasa (8/12/2009).

Dia menjelaskan, putrinya dirawat di rumah sakit itu sejak 30 November 2009 dengan diagnosa awal penyakit lupus. Selama dalam perawatan, Adinda yang dirawat di Bangsal Rosela ditangani Dr Indriani. Namun saat peristiwa terjadi dokter tersebut sedang cuti libur dan digantikan dokter jaga, yakni Dr S. 

"Sehari sebelum diberi suntikan itu, kondisi anak saya sudah sehat dan hampir mau pulang. Tapi, pada Minggu malam, penyakitnya kambuh lagi dan oleh Dr S diberi suntikan cairan kuning. Padahal, selama ini Dr Indriani yang merawat anak saya selalu menyuntik dengan cairan putih," ungkapnya.

Ayah korban, Juri menduga dokter tersebut sengaja memberikan suntikan dalam dosisi tinggi. Sehingga membuat kondisi tubuh anaknya tidak kuat hingga kejang-kejang. "Dokter itu seperti sengaja menyuntik mati anak saya," tandasnya.
(Kastolani/Koran SI/ton)