JAKARTA - Setelah tewas pada 2004 lalu, hingga saat ini kasus kematian Munir belum mendapat titik cerah. Aparat belum mampu mengungkap siapa sesungguhnya pembunuh Munir.
Kasus Munir menjadi salah satu ?amunisi' para demonstran dalam aksi Hari HAM Se-dunia yang digelar di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Kamis (10/12/2009).
"Kasus Munir masih mengendap sampai dengan sekarang. Kita sudah minta keppres tentang orang hilang tapi belum terealisasi. Pelaksanaan HAM di Indonesia sangat memprihatinkan, masih jauh di luar harapan," kata Usman Hamid, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) di lokasi demo.
Munir tewas dalam penerbangan Jakarta-Amsterdam. Selain pendiri Kontras, Munir juga pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia Imparsial. Hingga kini, para aktivis HAM, termasuk istri Munir, Suciwati, terus berjuang agar kasus tersebut bisa terungkap.
(lam)