JAYAPURA - Ratusan orang yang tergabung dalam Solidaritas Korban Pelanggaran HAM di tanah Papua hari ini memperingati Hari HAM Sedunia.
Mereka menggelar aksi damai di tiga tempat, yaitu di Kampus Universitas Cenderawasih, Kantor Pos Abepura, dan Kantor DPRD Papua.
Aksi yang dilakukan sejak pagi hari ini menuntut keseriusan pemerintah menuntaskan kasus pelanggaran HAM yang kerap terjadi sejak Papua berintegrasi ke Indonesia. Juga menyerukan penghentian pemusnahan manusia dan Alam Papua.
"Kasus pelanggaran HAM yang terjadi selama ini di Papua telah menelan banyak korban, baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satunya soal PT Freeport dan Perusahaan lainnya. Mereka merampas tanah Papua," ujar Peneas Lokbere, koordiantor aksi, Kamis (10/12/2009).
Lanjutnya, pelanggaran HAM yang sekarang sedang berlangsung juga membuat stigmatisasi separatis dan makar kepada rakyat Papua, seperti penangkapan sewenang-wenang, pengejaran, dan penghasutan untuk membatasi gerakan HAM dan demokrasi di Tanah Papua.
"Seharusnya rakyat Papua jangan dibungkam dan diberikan ruang khusus untuk menyampaikan aspirasi. Anggota DPRD tidak bisa mendengarkan aspirasi rakyatnya," tegasnya di depan kantor DPRD Papua.
Sebelum menggelar orasi di DPRD, massa sempat memblokir jalan masuk kampus Universitas Cenderawasih untuk mengajak mahasiswa lainnya turun ke jalan.
Unjuk rasa ini dijaga ketat aparat dari Brimob Polda Papua dengan persenjataan lengkap. Mahasiswa juga mengancam bila tuntutan tidak ditanggapi, mereka akan membuat aksi yang serupa pekan depan dengan membawa masa yang lebih banyak lagi.
(teb)