getting time...

'Kebakaran di Pemukiman Padat Bisa Saja Disengaja'

Taufik Hidayat - Okezone
Sabtu, 12 Desember 2009 09:09 wib

JAKARTA - Musibah kebaran kini marak terjadi di kawasan padat penduduk. Pengamat Pertumbuhan dan Perkotaan Universitas Indonesia (UI) Johannes Frederik Warouw berpendapat, bisa saja kebakaran itu sengaja diatur oleh pihak-pihak tertentu sebagai modus pengambilalihan tanah.

"Ini cara-cara kuno. Ada unsur kesengajaan tapi memang susah dubuktikan," katanya saat berbincang dengan kepada okezone, Sabtu (12/12/2009).

Johannes mencontohkan, beberapa kebakaran yang tejadi di lahan kumuh, yang sedinya menjadi incaran pemerintah untuk penataan kota atau tanah itu menjadi incaran investor.

Dia juga menjelaskan, kebakaran di pemukiman kumuh atau padat penduduk lebih banyak dibebabkan oleh hubungan listrik arus pendek atau kompor meledak. Setelah rumah dipemukiman itu tidak lagi layak dihuni, warga korban kebakaran akan dilarang kembali menempati tempat tinggal mereka.

"Kecenderungungan ini terjadi di wilayah kumuh dan padat penduduk. Terkecuali kebakaran di pinggiran rel kereta api atau fasilitas umum lainnya. (Kesengajaan) ini tidak terjadi karena takut api menyambar kereta yang sedang melintas," tambahnya.

Menurut Johannes, kebakaran yang diduga disengaja ini adalah modus lama untuk mengambil alih tanah warga yang lama untuk menempati lahan itu. "Kebakaran direkayasa, dengan cara begitu tanah akan mudah diambilalih. Itu salah satu modus yang biasa digunakan," pungkasnya.
(ded)

  • CJ » 0 Tanggapan
    sekarang2 ini profesi para pengamat sedang laris karena banyaknya peristiwa dinegeri kita, ga peduli kalo omongan mereka itu benar ato cuma nyari sensasi aja...klo memang bener kata pak johannes itu bahwa kebakaran disengaja, yg namanya orang jahat kalo udah berniat ngebakar pasti ga akan pilih2 tempat ato korban- mau di perkampungan ato pinggir rel sekalipun, ga mungkin dia takut akan menyambar kereta api karena toh sama2 mencelakakan orang lain, buktinya seorang pemadam sudah menjadi korban gara2 kebakaran di perkampungan...pengamat kaya gini yang suka memperkeruh suasana, ga beda sama pengamat2 politik ato ekonomi lainnya...
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.