DEPOK - Dinas Kesehatan Kota Depok menggelar pengobatan massal kaki gajah tahap dua di tiga kecamatan, yaitu Pancoran Mas, Sawangan, dan Limo.
Namun, tidak semua warga bersedia menyukseskan pengobatan massal tersebut. Nyatanya, banyak waga yang takut meminum obat anti filariasis tersebut.
Contohnya, puluhan warga di Kelurahan Mampang Pancoran Mas, Depok, mengaku takut dengan efek samping obat yang akan muncul, seperti kejadian delapan warga yang meninggal pascameminum obat kaki gajah.
Sri Ratdika, warga RT 003/07, Pancoran Mas, Depok, mengaku tidak meminum obat kaki gajah tersebut meski sudah dibagikan oleh petugas kesehatan. Sri juga tidak datang ke posko pengobatan massal karena takut meminum obat kaki gajah.
"Saya takut kejadian di Bandung menimpa saya, saya nggak mau datang ke posko, terus di sweeping sama petugas kesehatan, disuruh minum, saya geletakin aja obatnya, nggak diminum," katanya kepada okezone, Minggu (13/12/2009).
Warga lainnya, Yuliana, juga tidak mau meminum obat kaki gajah dengan alaan yang sama, yaitu takut merasakan efek samping obat. "Tahun lalu saya minum, mual-mual, sekarang takut kayak begitu lagi, jadi saya nggak minum," tutur Yuliana.
Dinas Kesehatan Kota Depok sudah menyelesaikan program pengobatan massal kaki gajah tahun 2009 dengan menggelar pengobatan selama dua tahap, yaitu pada 5 Desember dan 12 Desember. Hal itu dilakukan Dinas Kesehatan lantaran seluruh kecamatan di Depok sudah menjadi endemis penyakit kaki gajah dan berniat menuju bebas penyakit kaki gajah pada 2012.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.