getting time...

Pengibaran Pakaian Dalam Warnai Hari Antikorupsi

Senin, 14 Desember 2009 16:43 wib

KEDIRI - Sedikitnya tiga buah celana dalam (CD) dan tiga bra dikibarkan ratusan pengunjuk rasa di area  komplek Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Massa yang mengatasnamakan Forum Koalisi Rakyat Kediri (FKRK) menggelar aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi  se-Dunia. CD dan bra ini sebagai simbol, para penguasa, termasuk penegak hukum, yang tidak lagi memiliki rasa malu dalam melakukan kegiatan korupsi.

"Pejabat dan penegak hukum sudah tidak memiliki rasa malu dalam melanggar hukum. Karenanya kita kado dengan pengibaran CD dan bra," ujar Kordinator aksi Zamroni di Kediri, Senin (14/12/2009).

Dalam aksi yang digelar di bangunan yang saat ini tengah diselidiki Polda Jawa Timur karena diindikasikan korupsi itu, pengunjuk rasa juga melakukan ritual penyembelihan ayam jago. Ayam jago yang disembelih sebagai pengharapan, para pejabat yang sok jagoan, termasuk berlaku korup,  akan bernasib seperti jago yang disembelih. "Tidak ada yang abadi di dunia ini," papar Zamroni.

Dalam aksi ini, pengunjuk rasa juga mendesak Presiden SBY untuk segera mengungkap kasus skandal Bank Century. Massa juga menyerahkan petisi ke Presiden SBY dan DPR RI melalui DPRD setempat, yang isinya melaporkan  kasus SLG yang dua kali diperiksa Polda Jatim.

"Karena kita curiga Pemkab Kediri telah menjadi ATM berjalan Polda Jatim. Sampai sekarang kasus tak pernah tuntas," paparnya.

Secara terpisah Kabag Ops Polres Kediri Komisaris Polisi Sugito mengaku aksi yang digelar FKRK telah mengantongi ijin. Untuk itu polisi menerjunkan sebanyak 150 personel.

 


(Solichan Arif/Koran SI/ful)