KEDIRI - Ujian tulis CPNS 2009 yang digelar Pemkot Kediri ditengarai sarat kecurangan. Hal itu dengan ditemukanya amplop pembungkus soal ujian yang tidak tersegel.
Anggota Komisi Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD setempat, Ardian Sayugo mencurigai penemuan di lokasi ujian SMAN VII dan SMPN IV saat digelar ujian gelombang II itu, sebagai bentuk kecurangan.
Oleh karena itu, politisi dari Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) ini mengaku langsung mengabadikan kejanggalan tersebut melalui jepretan kameranya. "Harusnya semua tersegel rapi. Dan saya sudah memotretnya untuk menjadi barang bukti," ujarnya kepada wartawan.
Dalam foto hasil jepretannya, terlihat bagaimana amplop pembungkus soal hanya ditutup isolasi putih. Ada kesan pembungkus lembaran soal pernah dibuka. Apalagi Badan Kepegawaian Daerah Kota Kediri ketika dikonfirmasi menolak menjelaskan hal itu.
Bahkan undangan resmi yang disampaikan Komisi Bidang Hukum dan pemerintahan tidak ditanggapi positif. Bagi Ardian, keberadaan alat bukti, termasuk indikasi lain di sekitarnya, menguatkan dugaan adanya manipulasi dalam proses rekrutmen.
Jika hal itu benar adanya, legislatif akan mempersoalkan hasil tes yang telah meloloskan 443 CPNS sebagai pegawai baru. Dewan juga mempersoalkan sikap panitia rekruitmen yang tidak pernah meminta pertimbangan Dewan. Bahkan pemilihan PT Lappi dari Institut Teknologi Bandung sebagai pembuat soal, telah mengabaikan dewan. "Kita akan usut hal ini hingga tuntas," tegas Ardian.
Humas Pemkot Kediri Nurmuhyar saat dikonfirmasi terpisah menolak memberikan keterangan. Dia hanya berjanji akan meminta penjelasan kepada Wali Kota dan Badan Kepegawaian Daerah dulu. "Saya tidak berani mengeluarkan pernyataan tanpa koordinasi dulu," ujarnya.
Sementara berdasarkan infromasi yang dihimpun, Kepolisian Resor Kota Kediri tengah membentuk tim khusus untuk menyelidiki dugaan manipulasi penerimaan CPNS Kota Kediri. Sebab ada informasi hasil penilaian yang diumumkan BKD tidak sesuai dengan yang dikeluarkan ITB.
(Solichan Arif/Koran SI/ram)