tragedi sukhoi

Bentuk Tim Damai, Perseteruan Ical-Sri Mulyani Selesai?

Selasa, 15 Desember 2009 15:58 wib
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Koran SI)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Koran SI)

JAKARTA - Perseteruan Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dikabarkan telah usai. Perseteruan keduanya diselesaikan oleh tim damai.

Kabar ini diungkap oleh Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring di sela-sela peringatan Hari Aids di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (15/12/2009).

"Saat ini kabinet kompak, tidak ada masalah dengan isu-isu itu (perseteruan Sri Mulyani-Ical). Saat ini sudah ada tim yang mendamaikan Ical dan Sri Mulyani," ungkap Tifatul.

Namun Tifatul sendiri enggan merinci lebih lanjut mengenai tim damai ini. "Tapi saya tidak tahu, karena tim itu bukan saya (yang) ngurus. Tapi informasi yang saya dapat (perdamaian) itu sudah (terlaksana)," ujar menteri dari PKS ini.

Ada jaminan Ical-Sri Mulyani sudah tidak ada masalah? "Sudah, sudah," tukasnya menegaskan.

Perseteruan tersebut mencuat, manakala Sri Mulyani kepada The Wall Street Journal menyatakan Pansus Angket Bank Century yang dipimpin oleh politikus dari Golkar, akan menghabisinya dalam skandal Bank Century. Hal ini dikarenakan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie (Ical), tidak menyenangi dirinya.

Sri Mulyani sendiri disebut-sebut bertanggung jawab dalam penyelamatan Bank Century, yang membuat pemerintah harus menyuntikkan dana sebesar Rp6,7 triliun.

Ical sendiri dikabarkan memiliki konflik lama dengan Sri Mulyani, terkait dengan beberapa permasalahan perusahaannya. Pertama terkait Lumpur Lapindo, Bumi, dan persoalan penunggakan pajak.
(Farid Rusdi/Trijaya/hri)

  • adjisoko » 0 Tanggapan
    ibu ani ga diragukan kejujur annya, tapi integritasnya ? juga mungkin pak bud ?, dua2 nya dosen guru besar, sama2 gelar es telu S3 Doc tor lulusan negeri amerika sono, tapi klu dah jadi men teri ga praktis (practices) la gi tapi politis, aplgi mrang kap KSSK, jadi sasaran ru dal kepentingan, aplagi na manya kpts kebijakan, ga ada kriteria dan rumus paremeter itung2 an nya, 1+1= bukan 2, aplg dana dari LPS, ga jelas status dananya punya pem atau lembaga LPS/ perbankan jadi BCent nasabah Siapa dan berapa, dan Bail out nya larinya kemana?, emang susah klu dah politik, kptsannya bisa kumaha engke wae, bukan engke kumaha, ya skranglah kumaha (gi mananya) ributnya muncul, dari dulu di indonesia, kalau dah engke (nanti) baru semua pada sibuk, ibaratnya nunggu dulu orang kejeblos baru lubangnya (itupun) dikasih tanda ada lubang tapi ga gitutup juga, opo tumon
    Beri Tanggapan Laporkan
  • adjisoko » 0 Tanggapan
    ibu ani ga diragukan kejujur annya, tapi integritasnya ? juga mungkin pak bud ?, dua2 nya dosen guru besar, sama2 gelar es telu S3 Doc tor lulusan negeri amerika sono, tapi klu dah jadi men teri ga praktis (practices) la gi tapi politis, aplgi mrang kap KSSK, jadi sasaran ru dal kepentingan, aplagi na manya kpts kebijakan, ga ada kriteria dan rumus paremeter itung2 an nya, 1+1= bukan 2, aplg dana dari LPS, ga jelas status dananya punya pem atau lembaga LPS/ perbankan jadi BCent nasabah Siapa dan berapa, dan Bail out nya larinya kemana?, emang susah klu dah politik, kptsannya bisa kumaha engke wae, bukan engke kumaha, ya skranglah kumaha (gi mananya) ributnya muncul, dari dulu di indonesia, kalau dah engke (nanti) baru semua pada sibuk, ibaratnya nunggu dulu orang kejeblos baru lubangnya (itupun) dikasih tanda ada lubang tapi ga gitutup juga, opo tumon
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.