YOGYAKARTA - Dua dari lima mahasiswa yang tertangkap menjadi joki tes CPNS di Sidrap, Sulawesi Selatan dipastikan berasal dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Keduanya terancam dicoret sebagai mahasiswa universitas ternama di Yogyakarta itu.
Menurut Direktur Kemahasiswaan UGM, Haryanto, dua anak didiknya itu masing-masing AEW (21), mahasiswa fakultas farmasi angkatan 2006, dan DS (21), mahasiswa Fisipol angkatan 2005.
"Yang dua sudah pasti. Tapi dua lainnya masih diferifikasi karena belum sinkron antara nama, NIM, dan fakultasnya dengan database yang dimiliki UGM," ujar Haryanto, Selasa (15/12/2009).
Haryanto menjelaskan, sesuai aturan yang telah ditandatangani oleh para mahasiswa sebelum masuk UGM, AEW dan DS terancam dikeluarkan (dipecat). Dalam klausul perjanjian disebutkan mereka harus mengundurkan diri jika terbukti terlibat tindak pidana maupun asusila.
Meski siap mengeluarkan para mahasiswa itu, namun pihak UGM masih akan menunggu kepastian hukum kasus tersebut. UGM, kata Haryanto, juga mengaku prihatin dengan mahasiswanya yang terlibat menjadi joki CPNS.
"Moral dan etika ternyata cukup penting mengingat pendidikan belum bisa jadi bumper sepenuhnya kasus perjokian ini," katanya.
Diketahui, sedikitnya lima orang yang diduga menjadi joki CPNS ditangkap di Stadion Sidrap, Sulsel. Mereka disinyalir masih berstatus sebagai mahasiswa, dua di antaranya kuliah di UGM,Yogyakarta. Satu orang dari IAIN Sunan Gunung Jati Bandung dan dua lainnya masih belum diketahui.
(Satria Nugraha/Trijaya/ded)