BANDUNG - Terkait rencana pengobatan massal filariasis (kaki gajah) di 98 kabupaten/kota, Departemen Kesehatan akan fokus pada pendampingan terhadap masyarakat saat pelaksanaan.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (PPBB) Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dr Rita Kusriastuti.
?Kita akan lebih memperhatikan lagi soal pendampingan terhadap kader pada saat pengobatan massal tersebut di tingkat RT dan RW,? kata Rita kepada wartawan, usai pertemuan lintas sektor program eliminasi filariasis, di Gedung Mochammad Toha Soreang Kabupaten Bandung, Selasa (15/12/2009).
Menurut Rita, pelaksanaan pengobatan massal sendiri tergantung kesiapan daerah masing-masing. Sebab, kata dia, dana pelaksanaan pengobatan massal ditanggung pemerintah daerah masing-masing. Depkes, kata dia, hanya menyediakan obat filariasis.
?Kalau pelaksanaannya tergantung kesiapan kabupaten/kota masing-masing. Kita hanya menyiapkan obat, kalau dana pada saat pelaksanaannya ditanggung pemerintah daerah masing-masing," tandas Rita.
Sementara itu, Bupati Bandung H Obar Sobarna mengatakan, Pemkab Bandung siap menambah dana untuk pengobatan massal filariasis di Kabupaten Bandung. Namun, Obar tidak menyebutkan nilainya.
?Kita akan bahas anggaran untuk pengobatan massal pada 2010 nanti.
Dananya lebih besar dari yang kemarin,? kata Obar.
(ton)