DEPOK - Pascakasus pemukulan dan salah tangkap terhadap penulis buku dari Komunitas Bambu JJ Rizal, Polsek Beji mengklaim ekstra hati-hati dalam menangani sebuah kasus.
Â
Kapolsek Beji, AKP Sukardi mengaku tengah membenahi internal seluruh anggotanya agar jangan kembali salah langkah dan tetap sesuai prosedur.
Â
Sukardi mengatakan, pembenahan internal yang dilakukan berpedoman pada UU Kepolisian Nomor 2 Tahun 2002 Pasal 13 Tentang Tugas Polisi yaitu sebagai pengayom dan pelindung masyarakat. Bahkan, kata Sukardi, kini pihaknya tengah mengurangi upaya paksa, tangkap dan sita terhadap sebuah kasus.
Â
"Istilahnya dalam polisi, kita tengah merapatkan barisan, sedang meningkatkan motivasi anggota pascakejadian JJ Rizal, kita lagi cooling down, tapi juga jangan sampai kelamaan, jangan sampai terlarut, kasihan masyarakat harus kita lindungi," ujarnya kepada wartawan di Polsek Beji, Rabu (16/12/2009).
Â
Sukardi menambahkan, meski sedang membenahi internal anggota, pihaknya tetap akan memfokuskan kegiatan akhir tahun pada razia miras dan pengamanan gereja.
Â
"Kalau tugas yang itu tetap kita jalankan, razia miras, dan kawal gereja saat Natal. Karena ada delapan gereja di Beji, salah satunya yang rawan di Gereja Shalom pernah dibakar massa tahun 1997," katanya.
Â
Terkait tiga anggotanya yang dimutasi, tambah Sukardi, mereka tetap harus menjalankan hukuman sidang disiplin terlebih dahulu untuk selanjutnya dipindahkan pada pleton khusus Samapta Polres Depok.
Â
"Antony, Syahrir, dan Supratman, masih jalani hukuman, selanjutnya mereka akan dimutasi ke Polres," ungkap dia.
Â
Sebelumnya, dua anggota Polsek Beji, Antony dan Syahrir mengaku memukul JJ Rizal dalam kasus salah tangkap di sebuah pusat perbelanjaan di Depok. JJ Rizal dituding sebagai pelaku kriminalitas dan digiring ke Polsek Beji.
(Lusi Catur Mahgriefie)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.