BOGOR - Hari kedua pembongkaran villa di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, diwarnai protes pemilik bangunan. Mereka merasa Pemerintah Kabupaten Bogor tebang pilih dalam membongkar.
Seperti yang dialami Muktar, pemilik bangunan di kampung Cidokom, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua. Muktar mempertanyakan mengapa bangungan yang tidak jauh dari miliknya, tidak dibongkar. "Kalau mau adil bongkar semua. Jangan seperti ini, sebelah sini dibongkar yang sana tidak," kata Muktar, Rabu (16/12/2009).
Muktar dan puluhan warga lainnya sempat bersitegang dengan petugas agar pembongkaran dibatalkan. Bahkan warga lainnya yang hendak menghadang, bersiap untuk melawan. Akibat protes pemilik bangunan, puluhan petugas Satpol PP dibantu polisi memilih mundur dan tidak melanjutkan pembongkaran.
Indikasi adanya tebang pilih juga bisa dilihat dari tidak dibongkarnya sebuah bangunan milik mantan Menteri Tenaga Kerja Abdul Latif. Bangunan tersebut berada di puncak sebuah bukit di Desa Cidokom.
Dari 22 villa yang menjadi target pembongkaran, lima di antaranya berada di Desa Citeko, sementara di Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, terdapat 17 bangunan. Salah satunya milik perwira tinggi Polri yang masih aktif. Namun petugas memilih untuk melewatinya dan tidak membongkarnya.
Ketika dikonfirmasi terkait lokasi pembongkaran, Kasat Pol PP Yasin Zanudin, menyatakan di Desa Sukagalih, jumlah yang harus dibongkar lebih banyak di banding Desa Kuta. "Biar pembongkaran efektif," ujar Yasin.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.