PADANG - Ratusan murid SD di Padang, Sumatera Barat, melakukan unjuk rasa di halaman kantor Gubenur Sumbar. Mereka minta pada gubernur Sumatera Barat untuk segera melakukan rekonstruksi bangunan sekolah yang rusak akibat gempa.
Aksi tersebut dilakukan di Jalan Jenderal Sudirman Padang, Rabu (16/12/2009) pagi tadi.
Anggi, siswa kelas enam SD Kartika I-12 Padang yang ikut aksi tersebut pada okezone mengatakan aksi yang mereka lakukan ini adalah bentuk simpati kami kepada kawan-kawan mereka yang mengalami bencana alam terutama sekolahnya yang rusak dan tidak layak pakai.
†Meski sekolah saya tidak rusak, tapi kami minta pada gubernur untuk segera memperbaiki bangunan sekolah teman-teman yang kena mushibah, dan beri kami pelajaran cara mengatasi bencana agar kami selamat, karena saya sendiri masih takut kalau datang gempa susulan,� katanya.
Dia juga mengatakan, berdasarkan informasi kalau datang tsunami sekolah mereka akan kena, karena jarak sekolahnya dengan bibir pantai hanya sekira 1,5 km. †Kami melakukan aksi ini atas dasar kemauan kami sendiri, bukan dikasih uang atau disuruh. Kami sangat kasihan sama saudara kami yang tertimpa bencana,� katanya sambil menangis terharu.
Murid SD yang melakukan aksi tersebut umumnya berasal dari 24 SD yang ada di kota Padang dan umumnya itu kondisi sekolahnya rusak berat atau posisi sekolah mereka berada di dekat pantai.
Sedangkan Dian, Humas Kogami yang menfasilitasi aksi murid tersebut mengatakan, aksi yang dilakukan ini atas inisiatif dari murid SD dan mereka menfasilitasi saja. †Mereka minta pada gubernur Sumbar untuk memasukkan pendidikan bencana alam ini ke dalam kurikulum, serta meminta untuk segera cepat membangun sekolah mereka yang baru,� katanya.
Spanduk sepanjang 40 meter yang berisi gambar tangan dan nama siswa langsung diserahkan kepada Sekretaris Daerah Firdaus K. †Spanduk itu tanda mereka peduli kepada korban gempa,� katanya.
Firdaus K yang menjumpai para murid tersebut berjanji akan mengakomodir seluruh tuntutan mereka. †Saat ini kita masih mengupayakan proses penyelamatan pada korban gempa dan penyaluran bantuan makanan pada korban serta pembangunan fasilitas rumah yang terkena gempa, saat ini memang sudah ada bangunan sekolah darurat, tapi dalam jangka waktu yang cepat kita akan bangun kembali sekolah yang baru,� terangnya.
Mengenai kurikulum tersebut perlu ada gagasan dari Kogami sendiri untuk melakukan usulan pada dinas pendidikan dan lembaga-lembaga yang terkait dalam waktu yang cepat. Aksi tersebut disudahi dengan aksi siswa dalam menyelamatkan diri dari bencana.
(M Budi Santosa)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.