Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Depnakertrans Buka 240.000 Ha Lahan Baru

Koran SI , Jurnalis-Kamis, 17 Desember 2009 |11:07 WIB
Depnakertrans Buka 240.000 Ha Lahan Baru
Ilustrasi tenaga kerja (ist)
A
A
A

JAKARTA - Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) akan membuka 240.000 hektare lahan baru pada 2010. Lahan ini akan digunakan sebagai lokasi transmigrasi.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengatakan, pembukaan lahan tersebut tidak termasuk untuk Kota Terpadu Mandiri (KTM). Pembukaan lahan akan dilakukan secara seksama sehingga tidak memasuki ranah hutan lindung atau konservasi. "Sudah ada perjanjian tidak boleh merusak hutan," tegas Muhaimin saat menghadiri Temu Nasional Transmigrasi di Jakarta.

Lahan-lahan baru ini akan diperuntukkan bagi pembangunan dan pengembangan 219 kawasan transmigrasi dalam kurun waktu 2010â€"2014. Untuk mewujudkan ini, Depnakertrans kemarin menanda tangani kerja sama dengan pemerintah provinsi daerah asal dengan kota tujuan transmigrasi. Beberapa daerah asal transmigrasi adalah Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah (Jateng), Jawa Barat (Jabar), Banten, dan Lampung.

Sedangkan kawasan tujuan transmigrasi di antaranya Sumatera Utara,Jambi, Bengkulu,Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah,Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku,dan Maluku Utara. Selain menandatangani kerja sama transmigrasi,Muhaimin juga menandatangani enam pakta integritas antara investor dan bupati.

Para investor ini akan diundang untuk mengembangkan investasi di daerah tujuan transmigrasi. Investasi yang ditawarkan di antaranya perkebunan kelapa sawit, karet, jagung,serta pengolahan bioetanol. "Hingga saat ini sudah 29 pakta integritas yang telah ditandatangani,� ungkapnya. Sedangkan untuk pengembangan KTM," ungkap mantan Wakil Ketua DPR ini, belum akan ada penambahan hingga 2014.

Saat ini Depnakertrans masih mengembangkan 44 kawasan KTM yang akan menyerap investasi sebesar Rp12 triliun dengan luasan kebun lebih kurang 400.000 hektare. Di lokasi KTM ini telah ditambah berbagai fasilitas seperti terminal argo,pasar,dan infrastruktur jalan. Muhaimin optimistis dalam waktu 5-10 tahun ke depan, program transmigrasi akan menjadi andalan dalam menjembatani pertumbuhan ekonomi di daerah.

Untuk mencapai itu, papar dia, daerah penempatan dan asal transmigran harus dipersiapkan dengan matang. "Depnakertrans akan menjembatani pemerintah daerah pengirim dan kota penempatan. Mulai dari kerja sama keberangkatan hingga kualitas calon transmigran," tandasnya. MenurutKetuaUmumDPPPKB ini, saat ini sudah banyak kawasan transmigrasi yang sudah berkembang di antaranya Kabupaten Tanjung Jabung. Daerah ini dibangun akhir 1970-an.

Namun, sekarang justru sudah berkembang menjadi tiga kabupaten yakni Tanjung Jabung,Tanjung Jabung Barat,dan Tanjung Jabung Timur.Kawasan ini sangat produktif. Setiap keluarga mampu mengembangkan usaha kelapa sawit seluas 2 hektare. Sementara itu,Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, transmigrasi perlu dikembangkan untuk pemberdayaan masyarakat dan penataan penyebaran penduduk sehingga jumlahnya seimbang.

Namun, dia meminta agar pihak terkait membenahi daya tampung lingkungan transmigrasi terlebih dulu sebelum menempatkan para transmigran. Jika infrastruktur tidak disiapkan secara maksimal, hasil produksi para transmigran tidak dapat dipasarkan. Selain itu, tegas mantan Menteri Sekretaris Negara ini, pihak terkait juga harus meningkatkan kualitas tata lahan dan wilayah transmigrasi seperti sertifikasi tanah dan tata lahan di perbatasan negara dan pulau terdepan.

(Ahmad Dani)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement