Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Malam 1 Syuro, Kiai NU Imbau SBY Waspada

Muhammad Saifullah , Jurnalis-Jum'at, 18 Desember 2009 |00:20 WIB
Malam 1 Syuro, Kiai NU Imbau SBY Waspada
A
A
A

JAKARTA - Meningkatnya tensi politik akhir-akhir ini membuat pengasuh Pesantren Pacul Gowang, Jombang, Jawa Timur, KH Aziz Mansyur angkat suara. Ketua Dewan Syuro PKB itu mengimbau agar Presiden SBY waspada.

Seruan Kiai Aziz disampaikan dalam acara peringatan 1 Syuro di Kantor DPP PKB, Jalan Sukabumi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (17/12/2009). "Kami imbau agar Presiden SBY waspada," ungkap dia.

Sayangnya, kiai sepuh di kalangan NU itu tidak menyebutkan dengan jelas, apa yang harus diwaspadai SBY. Kiai Aziz hanya mengingatkan agar selaku pemimpin SBY senantiasa bersikap bijaksana dan memperhatikan kepentingan rakyatnya.

"Jangan lawan kekerasan dengan kekerasan. Melainkan dengan hikmah dan perkataan yang baik," ujarnya.

Kiai Aziz lantas mengisahkan, pada masa mudanya Nabi Muhammad digembleng menjadi seorang pengembala. Hikmah dari cerita itu adalah bersedianya seorang pemimpin berkorban demi rakyatnya yang dilambangkan dengan hewan peliharaan.

"Seorang pengembala sejati akan senantiasa gembira bila melihat sapinya gemuk. Bila peliharaannya sakit, maka dia akan rela tidur dikandang untuk menjaganya. Seyogyanya seorang pemimpin memiliki sifat-sifat semacam ini," tandasnya.

Sementara itu, dalam kata sambutannya, pengurus DPP PKB Andi Muawiyah Ramli mengajak para undangan yang hadir untuk mendoakan agar Pemerintahan SBY-Boediono berlangsung hingga akhir masa jabatan. "Begitu pula agar dua menteri dari PKB bisa melaksanakan tugasnya dengan baik," sebutnya.

(Dian AF)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement