Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

80% Perempuan WNI di Luar Negeri Korban Trafficking

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Jum'at, 18 Desember 2009 |16:57 WIB
80% Perempuan WNI di Luar Negeri Korban Trafficking
Ilustrasi
A
A
A

DEPOK - Perempuan menjadi korban yang paling besar dari seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di luar negeri sebagai buruh migran.  
Setidaknya, 80 persen perempuan menjadi korban perdagangan manusia atau trafficking dari satu juta penduduk Indonesia yang bekerja di luar negeri.
 
Tak hanya perempuan, bahkan 27 persen anak-anak juga menjadi korban perdagangan manusia. Hal itu sesuai data yang dikantongi Koalisi Perempuan Indonesia yang menyatakan perempuan korban perdagangan manusia di luar negeri didominasi oleh buruh migran ilegal.
 
Sekjen Demisioner Koalisi Perempuan Indonesia, Masruhah mengatakan, hal itu terjadi karena berbagai faktor seperti, kemiskinan, krisis global, serta situasi politik dalam negeri. Kata Masruhah, kondisi tersebut berimplikasi pada tingginya angka trafficking.
 
"Karena situasi kemiskinan yang luar biasa mendorong tingginya angka trafficking, dan diperlukan upaya kesejahteraan yang lebih baik," ujarnya dalam acara Kongres Nasional III Koalisi Perempuan Indonesia di Graha Insan Cita, Depok, Jumat (18/12/09).
 
Sementara itu, Asisten Deputi Orsospol Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Laksmi Indiati mengatakan, telah ada kesepakatan antara Depnakertrans dan Kepolisian untuk menyelesaikan permasalahan perempuan korban perdagangan manusia.
 
"Sudah ada MoU, dan kita juga bentuk Badan Pemberdayaan Perempuan serta Pokja di daerah untuk menangani masalah perdagangan perempuan," ungkap Laksmi.
 

(Dadan Muhammad Ramdan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement