BANDUNG - Wacana pembangunan jalur kereta bawah tanah atau subway sepanjang 7 kilometer dari Terminal Cicaheum hingga Rumah Sakit Rajawali, Bandung, kembali bergulir.
Meski Pemerintah Kota Bandung sudah memaparkan kendala terkait rencana pembangunan subway tersebut, pihak investor China tetap keukeuh membangunnya.
"Saat ini masih dalam tahap pembicaraan. Kita sudah paparkan mengenai hambatan pembangunan subway tersebut, investor tetap keukeuh ingin membangunnya di Bandung," kata Wali Kota Bandug Dada Rosada kepada wartawan di Masjid Al Ukuwah Jalan Aceh Bandung, Jumat (18/12/2009).
Selain hambatan fisik, kata Dada, pihaknya juga masih membicarakan mengenai keuntungan yang didapat dari pembangunan subway tersebut.
"Kita belum tahu nilai investasi dan keuntungan yang diperoleh dalam berapa lama. Apakah satu tahun atau dua tahun," tandas Dada.
Berdasarkan informasi, dana pembangunan proyek ini berasal dari pinjaman lunak Pemerintah Republik Rakyat China senilai Rp700 miliar.
Jalur kereta api bawah tanah ini akan melintas dari Terminal Cicaheum-Gedung Sate-Taman Abdul Rivai-Pasar Ciroyom sampai Rumah Sakit Rajawali.
Pembangunan jalur kereta bawah tanah ini dilakukan untuk mengurangi kemacetan di Kota Bandung. Selain itu, salah satu ciri kota metropolitan adalah kota yang memiliki jalur kereta bawah tanah.
(lam)