getting time...

Jalur Motor di Suramadu Ditutup 40 Hari

Jum'at, 18 Desember 2009 22:06 wib

BANGKALAN - Kenyamanan para pengguna jasa jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) beberapa hari terakhir ini, sedikit terganggu. Pasalnya, untuk jalur kendaraan roda dua, tepatnya dari arah Madura atau sisi timur, ditutup untuk sementara waktu.
 
Diperkirakan, penutupan jalur ini berlangsung hingga 40 hari ke depan. Adanya penutupan jalur roda dua, disebabkan oleh aktivitas pemasangan kabel yang akan digunakan sebagai struktural maintenance system (SMS). Kabel yang diperkirakan sepanjang 5,4 kilometer ini berfungsi untuk alat pemantau pergerakan dari jembatan Suramadu.
 
“Selain pemasangan kabel SMS, kami juga memasang kabel untuk pasokan listrik, sehingga butuh waktu cukup lama. Ya, kurang lebih 40 hari untuk jalur roda dua kami tutup,” ujar Kepala bagian pengendalian lalu lintas PT Jasa Marga, Ade Kusuwan Naturjaya, Jumat (18/12/2009).
 
Ade menerangkan, adanya penutupan jalur roda dijamin tidak akan menggangu aktivitas pengguna jasa jembatan Suramadu. Dia mengaku sudah menyiapkan langkah antisipasi, salah satunya mengalihkan jalur roda dua ke jalur roda empat, tepatnya di bahu jalan yang ruasnya hampir sama dengan jalur yang dilewati oleh roda dua.
 
Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan lalu lintas. Ade mengaku telah memasang tali pembatas, yang berfungi untuk tanda agar kendaraan roda dua tidak melewati jalur roda empat.
 
Dia juga mengaku telah menerjunkan beberapa personel, guna memantau arus lalu lintas selama masa peralihan.
 
“Yang pasti adanya penutupan jalur roda dua, hanya bersifat sementara. Itupun untuk kepentingan para pengendara juga,” tambah Ade.
 
Apakah ini berpengaruh pada antrean, khususnya selama liburan panjang? Ade menjawab, untuk antrian memang terjadi di depan loket dan semua bisa diatasi. Untuk arus lalu lintas di sepanjang jembatan Suramadu, menurutnya, tidak ada masalah dan sejauh ini masuk kategori lancar.
 
“Mengenai antrean, mengingat liburan panjang memang terjadi di depan loket, tapi tidak berpengaruh dan semua lancar,” tegasnya.
 
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa/Kecamatan Labang, Bangkalan, yang berdekatan dengan lokasi jembatan Suramadu, KH Ahmad Ali Ridho berharap pekerjaan yang dilakukan oleh PT Jasa Marga tepat waktu, tidak molor seperti saat pemasangan kabel listrik beberapa waktu lalu, di sisi barat.
 
Masalahnya, bila molor yang dirugikan adalah penggendara roda dua, yang dipaksa menggunakan jalur untuk roda empat.
 
Perlu diketahui, jalur yang digunakan berbeda dan cukup berbahaya karena jadi satu dengan jalur roda empat, yang biasanya melaju dengan kecepatan tinggi, tegasnya.

(Subairi/Koran SI/lsi)