JAKARTA - Alasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, bahwa kinerja pemerintahan akan terganggu jika Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, dianggap mengada-ada.
Menurut anggota Pansus Angket Bank Century Eva Kusuma Sundari, program 100 hari kerja pemerintahan sudah jelas output dan inputnya. Maka siapa pun bisa melaksanan dan tidak tergantung pada satu menteri saja.
"Maka ini jadi aneh jika ada program yang tergantung pada satu menteri. Negara ini tidak tergantung pada perorangan," ujarnya kepada okezone, Sabtu (19/12/2009).
Jika menterinya diperiksa, menurutnya, yang di bawah pasti bisa menjalaninya. Apalagi pemeriksaan Sri hanya dua bulan dan beberapa kali dipanggil saja.
"SBY tidak tegas dan menanyakan dulu pada menterinya," tutupnya.
Presiden menegaskan bahwa pemerintahan tidak boleh terganggu, karena saat ini tengah menjalankan program 100 hari yang sangat penting bagi keberhasilan pemerintah lima tahun mendatang.
"Oleh karena itu setiap gangguan akan sangat berpengaruh. Ini harus sangat dimengerti oleh kita semua," tegas Presiden, seperti dilaporkan wartawan okezone Nurfajri Budi Nugroho yang mengikuti rombongan Presiden di Kopenhagen, Denmark, tadi malam.
(hri)