JAKARTA - Meski imbauan Panitia Khusus Angket Bank Century agar Boediono-Sri Mulyani ditolak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Pansus diminta tidak ragu untuk melanjutkan penyelidikan Century.
Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia Maswadi Rauf berpendapat 31 anggota Pansus mesti kembali fokus melanjutkan kerja dengan memanggil pihak terkait Century untuk dimintai keterangan. "Tidak apa-apa (imbauan) ditolak. Yang terpenting sekarang, Pansus bisa bekerja seperti semula tanpa terpengaruh oleh penolakan itu," kata Maswadi saat dihubungi okezone, Sabtu (19/12/2009).
Dia mengapresiasi kerja Pansus selama dua hari yang mampu menghadirkan informasi baru terkait Century. "Bekerja terus, agar rakyat tahu dengan jelas skandal ini," ujarnya.
Kemarin malam, Yudhoyono menggelar jumpa pers mendadak di Kopenhagen, Denmark. Secara tegas, Yudhoyono menolak imbauan Pansus untuk menonaktifkan Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Alasan penolakan penonaktifan ini karena Boediono-Mulyani mengaku masih sanggup melaksanakan tugas pemerintahan meski akan berhadapan dengan Pansus Century di DPR. Yudhoyono juga memaparkan penonaktifan kedua pejabat negara itu tak diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan UU Nomor 39/2008 tentang Kementerian Negara.
"Alasan Presiden mengenai tidak ada dasar hukum penonaktifan dua orang tersebut juga tepat," timpal Maswadi.
Soal penolakan itu, Maswadi sudah bisa menebak. Menurutnya, Presiden akan menjaga keutuhan pemerintahannya. Akan tetapi, imbauan Pansus, sambungnya, merupakan permintaan yang maksimal. "Karena mereka mengganggp kalau mereka (Boediono-Mulyani) menjabat akan ada konflik kepentingan. Itu yang ingin dihindari Pansus," sambungnya. (frd)
(hri)