getting time...

Imbauan Ditolak Presiden

Pengamat: Pansus Century Tak Boleh Loyo

Ferdinan - Okezone
Sabtu, 19 Desember 2009 10:03 wib
Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia, Maswadi Rauf (Foto: Istimewa)
Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia, Maswadi Rauf (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Meski imbauan Panitia Khusus Angket Bank Century agar Boediono-Sri Mulyani ditolak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Pansus diminta tidak ragu untuk melanjutkan penyelidikan Century.

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia Maswadi Rauf berpendapat 31 anggota Pansus mesti kembali fokus melanjutkan kerja dengan memanggil pihak terkait Century untuk dimintai keterangan. "Tidak apa-apa (imbauan) ditolak. Yang terpenting sekarang, Pansus bisa bekerja seperti semula tanpa terpengaruh oleh penolakan itu," kata Maswadi saat dihubungi okezone, Sabtu (19/12/2009).

Dia mengapresiasi kerja Pansus selama dua hari yang mampu menghadirkan informasi baru terkait Century. "Bekerja terus, agar rakyat tahu dengan jelas skandal ini," ujarnya.

Kemarin malam, Yudhoyono menggelar jumpa pers mendadak di Kopenhagen, Denmark. Secara tegas, Yudhoyono menolak imbauan Pansus untuk menonaktifkan Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Alasan penolakan penonaktifan ini karena Boediono-Mulyani mengaku masih sanggup melaksanakan tugas pemerintahan meski akan berhadapan dengan Pansus Century di DPR. Yudhoyono juga memaparkan penonaktifan kedua pejabat negara itu tak diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan UU Nomor 39/2008 tentang Kementerian Negara.

"Alasan Presiden mengenai tidak ada dasar hukum penonaktifan dua orang tersebut juga tepat," timpal Maswadi.

Soal penolakan itu, Maswadi sudah bisa menebak. Menurutnya, Presiden akan menjaga keutuhan pemerintahannya. Akan tetapi, imbauan Pansus, sambungnya, merupakan permintaan yang maksimal. "Karena mereka mengganggp kalau mereka (Boediono-Mulyani) menjabat akan ada konflik kepentingan. Itu yang ingin dihindari Pansus," sambungnya. (frd)
(hri)

  • Ivan » 0 Tanggapan
    lumrah Presidenmenolak usul Pansus ,sebagai tanggung Jawab terhadap bawahannya,tapi yang diminta non aktip seharusnya meminta non aktif sendiri sebagai tanggung jawab terhadap kebijakannya sebagai Mentri dan Gubernur BI waktu itu sehingga Presiden tidak RIKUH.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • kencep » 0 Tanggapan
    pengamat ini seperti penonton prtndingan bola, merasa pandai melebihi pemain, padahal kalau disuruh main guabloggkk nya bukan main..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • widi » 0 Tanggapan
    Maksud saya : Saya apresiasi tugas Pansus yang merasa sudah optimal. Kalau merasa sudah optimal ya hayo semangat, maju terus kalau memang dianggap perlu, ya semua tahapan harus dilalui sampai penyelesaian kasus BC tuntas, tas, tas. tas !
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Widi » 0 Tanggapan
    Saya apresiasi tugas Pansus yang sudah optimal. Hayo semangat, maju terus semua tahapan harus dilalui sampai penyelesaian kasus BC tuntas.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • dedy » 0 Tanggapan
    pengamat sekarang kalo ndak berseberangan dgn pemerintah takut dianggap ndak reformis ato takut ndak dikenal ato takut ndak dibayar, jdnya ndak mutu
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.