Mendagri Minta Wapres Tak Didemo

|

Mendagri Minta Wapres Tak Didemo

PEKAN BARU - Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi meminta kepada masyarakat Riau untuk tidak melakukan demo terhadap Wakil Presiden (Wapres) Boediono yang akan datang ke Pekanbaru Selasa besok, untuk membuka rapat koordinasi (rakor) gubernur se-Indonesia.

"Insya Allah, rencana kedatangan Bapak wapres ke Pekanbaru dalam rangka menghadiri rakor gubernur se-Indonesia tak ada perubahan,” kata Gamawan Fauzi di Pekanbaru, Minggu (20/12/2009).

Menurut Mendagri, wapres dijadwalkan tiba di Pekanbaru Selasa sore dan malamnya akan menyampaikan pembekalan kepada para gubernur peserta rakornas. Sedangkan Rabunya wapres akan melakukan pertemuan dengan perwakilanSMA se-Riau di SMU Plus Kampar.

”Kedatangan wapres di Pekanbaru jangan didemo ya! Kan ini wapres kita dan ini merupakan kunjungan pertama wapres ke Pekanbaru,” ujar Gamawan.

Kekhawatiran soal demo ini memang muncul terkait masih hebohnya kasus Bank Century di Jakarta. Bahkan, beberapa kalangan sempat meragukan kehadiran wapres di Pekanbaru karena pada saat bersamaan wapres akan memberikan keterangan di depan Pansus Century DPR.

Sementara itu,Sekjen Depdagri Diah Anggraini menyatakan, para gubernur akan berkumpul di Pekanbaru mulai besok sampai Rabu untuk mengikuti dua agenda yaitu rapat kerja (raker) regional gubernur se-Sumatera dan rakor gubernur se-Indonesia. Adapun Wapres Boediono akan menghadiri agenda kedua. Menurut Sekjen Dedagri, ada beberapa gubernur yang berhalangan hadir.

Seperti Gubernur Lampung, Sumatera Utara, Banten, Jawa Timur, dan sejumlah gubernur Indonesia bagian timur karena bertepatan dengan perayaan Natal.

”Mereka yang tak bisa hadir, khusus gubernur di wilayah Indonesia Timur karena bertepatan dengan perayaan Natal. Tapi, ada juga yang dikarenakan masih menjalankan ibadah haji dan ada kegiatan lainnya yang tak bisa ditinggalkan,” ujar Diah kepada wartawan.

(ded)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Suster Bayi Fadlan Jadi Tersangka, Terancam Tujuh Tahun Bui