BLITAR - Sedikitnya 481 warga Kabupaten Blitar, mulai bulan Januari hingga Desember 2009, menjadi korban gigitan nyamuk aedes aegypti.
Dari jumlah penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) itu, 10 di antaranya meninggal dunia.
Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Kuspardani, satu pasien meninggal pada Senin (21/12/2009). Korban berasal dari Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan.
"Silakan hubungi kabid saja," ujar Kuspardani yang mengaku tengah berada di luar kota.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Hari Purwanto yang dikonfirmasi terpisah juga mengaku tengah berada di Surabaya. Hari mengatakan jika mayoritas penderita DBD adalah anak-anak.
Dibanding tahun 2008, jumlah kasus DBD yang terjadi di Kabupaten Blitar, menurut Hari tidak jauh beda. "Untuk korban yang meninggal dunia juga tidak jauh beda," paparnya.
Sekretaris Dinkes Kabupaten Blitar Indarti menambahkan, dalam kasus ini pihaknya telah melakukan tindakan, termasuk di antaranya melakukan fogging di daerah yang menjadi endemis DBD.
Sementara menanggapi hal ini anggota DPRD Kabupaten Blitar dari Partai Amanat Nasional M Anshori meminta dinas terkait untuk serius melakukan penanganan. Jangan sampai apa yang dijanjikan dinas hanyalah lip service semata. "Sebab ini menyangkut kesehatan masyarakat. Jangan sampai tindakan baru dilakukan setelah keadaan sudah genting," ujarnya singkat.
(Solichan Arif/Koran SI/lam)