Pada beberapa waktu yang lalu, XL saya tiba-tiba terdapat RBT. Tetapi karena tidak ada petunjuk cara meng-unreg dalam bentuk SMS pemberitahuan, terpaksa dibiarkan hingga akhirnya pulsa saya terpotong untuk perpanjangan selama satu bulan. Saya terpaksa bertanya dengan beberapa teman terutama yang mempunyai gerai ponsel untuk mengetahui cara penonaktifan RBT yang jelas-jelas tidak saya pilih.
Ternyata hal yang sama terjadi pada Esia saya semalam. Tanpa pemberitahuan apa-apa, saya mendapatkan SMS bahwa pulsa saya terpotong digunakan untuk pengaktifan RBT yang jelas-jelas sekali lagi saya tidak pernah pilih atau minta untuk diaktifkan. Beruntungnya Esia masih memberikan cara untuk penonaktifannya, tetapi sepertinya halnya XL saya harus mencari tahu kode RBT saya untuk penonaktifannya yang dilakukan dengan cara men-SMS ke operatornya.
Ternyata hal yang sama baru saja terjadi pada teman sekantor saya yang menggunakan Esia. Dan langsung mengajukan komplain ke Esia dan diterima oleh Bapak Angga. Apakah begini cara mencari tambahan dana untuk membiayai operasional perusahaan selular di Indonesia, dengan memaksakan pelanggan untuk memasang RBT tanpa diminta.
Bagi saya pulsa yang terlanjur dirampas paksa akan saya ikhlaskan dengan harapan semoga bisa berguna bagi mereka yang mencari pendapatan dengan cara-cara yang tidak pantas. Tetapi yang menjadi pemikiran saya, bayangkan jika ada sejuta pelanggan yang ditarik secara paksa seperti saya, berapa miliar pendapatan operator selular itu dalam sebulan?
Tolong YLKI untuk menindak perusahaan operator selular yang bertindak secara semena-mena seperti ini. Bukankah ada peraturan yang mengatur semua ini, kenapa masih bisa terjadi hal seperti ini yang dilakukan oleh perusahaan besar seperti mereka. Sekian dan terima kasih.
Hengky Hartanto
Jl Taman Jeruk I/43, Bojong Indah, Cengkareng, Jakarta Barat
08561012829
hank_jkt@yahoo.com
(//fer)