JAKARTA - Setelah 11 orang korban reruntuhan gedung Metro Tanah Abang dievakuasi, petugas SAR memastikan tidak ada lagi korban yang masih hidup di lokasi kejadian.
Kepastian itu diperoleh tim SAR, berdasarkan alat deteksi jantung Basarnas, yang digunakan dalam mencari keberadaan korban di balik reruntuhan gedung Metro Tanah Abang.
"Kalau kita tes lagi, detak jantung sudah tidak lagi," kata petugas SAR, Tri Agung, di lokasi proyek gedung Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (23/12/2009).
Meski demikian, Tri tidak bisa memastikan apakah masih ada korban yang tertimbun atau tidak.
"Bisa saja ada korban yang tertimbun, tapi sudah meninggal," ujar Tri.
Pantauan di lokasi, evakuasi korban dari balik reruntuhan berangsur-angsur mulai dihentikan. Petugas pun satu per satu meninggalkan lokasi. Namun warga masih terlihat ramai di lokasi.
(Hariyanto Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.