TANGERANG - Supporter Persikota, Rudi, yang tertembak kemarin malam mengaku tidak menyadari dirinya menjadi korban luka tembak di bagian leher.
“Waktu itu saya mau pulang habis nonton pertandingan, dan tiba-tiba saya tidak tahu jika ada peluru kena di leher saya,” kata Rudi saat ditemui di Ruang Dahlia kamar nomor 5 RSUD Tangerang, Rabu (23/12/2009).
Rudi yang saat ini masih terbaring lemah nampak merasakan sakit, juga mengaku tidak melihat pelaku yang menembak dirinya. “Saya tidak tahu, semua kejadian itu cepat,” katanya pelan.
Sementara itu dua orang supporter Persikota dikabarkan telah dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan perawatan intensif. Mereka adalah Yogi dan Fahri yang mengalami luka tembak di dada. Sedangkan Eka sudah diperbolehkan pulang.
Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang, Kompol Budi Herdi Susyanto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus penembakan yang melukai empat orang supporter itu. Penyelidikan dilakukan dengan menetapkan tujuh orang saksi dalam tawuran itu.
Tidak hanya itu saja, Budi juga akan melakukan koordinasi dengan masyarakat terutama yang berada di Lapangan Sukun untuk mengetahui dan mencari pemilik peluru yang ditembakkan ke tubuh empat supporter Persikota.
“Masih kami dalami dan belum tahu motif dan pelaku penembakkan,” ucapnya.
Seperti diketahui empat supporter Persikota terlibat bentrok dengan warga sekitar stadion Benteng tepatnya di Lapangan Sukun, di belakang Stadion Benteng kemarin malam.
(lsi)