DEPOK - Alasan pasangan Dadan dan Yanti yang meninggalkan empat orang anaknya yang masih balita, lantaran Yanti melarikan diri dari PJTKI di kawasan Jakarta Timur.
Yanti kabur dari lantai 8 PJTKI yang akan menyalurkannya ke Singapura, dengan mengajak kedua temannya tanpa alasan jelas.
Yanti dan Dadan kemudian pindah ke rumah kontrakan petak di Kampung Sidamukti Jalan SMP Segar, RT 003/01, Sukamaju, Sukmajaya Depok. Karena merasa dirugikan, PJTKI melacak keberadaan Yanti berbekal alamat dari temannya. Bahkan keluarga Yanti sudah diberikan uang sebesar Rp4 juta sebagai biaya hidup saat Yanti ke Singapura.
Penanggung jawab kontrakan Edi Sumarno mengatakan, uang tersebut diberikan Yanti kepada Dadan untuk mengurus SIM. Sikap Dadan, kata Edi, seringkali memeras dan memanfaatkan istri dan keluarga istrinya di Cibinong, sehingga tidak peduli lagi untuk menampung keempat anaknya.
“Nenek angkatnya di Cibinong sudah tidak peduli, minggu lalu orang PJTKI datang kemari mencari Yanti, tapi mereka berdua kabur dari belakang rumah dan meninggalkan empat anaknya,” tuturnya, Jumat (25/12/09).
Edi menambahkan, keluarga Dadan sudah diberi waktu hingga hari Kamis 24 Desember kemarin untuk mengambil keempat anak Dadan, namun tak kunjung datang. “Sudah tidak ada keluarga yang peduli, warga juga sudah tidak sanggup mengurus keempat anak Dadan dan Yanti,” tandasnya.
Keempat anak Dadan dan Yanti adalah Windi (8), Rizky(4), Lina (3), dan Siti yang masih berumur 5 bulan. Keempatnya kini dirawat oleh para tetangga dan pemilik kontrakan, Saini, setelah ditinggal orangtuanya sepekan lalu.
(TB Ardi Januar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.