BOJONEGORO - Puluhan warga Desa Kedung Sumber, Kecamatan Temayang, Bojonegoro, mendatangi Kedung Amor, sebuah cekungan muara sungai desa setempat.
Mereka menggelar larung sesaji, sebagai upaya menolak balak. Kegiatan larung sesaji itu, sudah menjadi tradisi tahunan warga setempat. Larung saji dipercaya warga dapat membuang sial dan menambah rezeki masyarakat. Sehingga, warga tidak berani meninggalkan kegiatan yang sudah dilakukan turun temurun ini. Kebanyakan, warga yang datang adalah para ibu-ibu.
Di cekungan itu, air jatuh seperti air terjun kecil yang alirannya cukup deras.
Menuju ke sana, warga berjalan kaki kurang lebih tiga kilometer dari permukiman. Lokasinya berada di tengah hutan jati.
Sesaji yang dibawa di antaranya ubo rampe, seperti nasi bucu lengkap dengan ayam panggang, mie, dan beberapa lauk lainnya. Sesaji ditempatkan di sebuah wadah ember yang dibungkus dengan taplak meja.
Warga juga membawa menyan atau dupa, uang ribuan, dan kembang setaman. Sesaji ditempatkan di bawah pohon rindang di sekitar lokasi Kedung Amor.
Tak lama berjalan, seorang sesepuh membacakan doa di bawah pohon tersebut. "Kami minta keselamatan dalam bekerja dan dimudahkan mencari rezeki," ucap Sanipah (61) warga setempat.
Dia menjelaskan, biasanya setelah melakukan ritual larung sesaji, rezeki yang diperoleh warga dari hasil tanam di sawah bertambah banyak. Sehingga, warga tetap melakukan tradisi yang sudah turun temurun itu. “Kami tak berani tak melakukan tradisi ini," terangnya.
Usai berdoa, sesaji yang dibawa, khususnya nasi beserta lauknya langsung dimakan bersama-sama. Khusus kepala, sayap dan kaki ayam dibiarkan dan selanjutnya dilempar ke cekungan yang ada.
Beberapa pemuda dan warga setempat tampak berebut mendapatkan bagian ayam yang dilarung. "Katanya yang dapat bisa menambah rezeki," kata Imam.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.