JAKARTA - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dianggap bertanggungjawab atas keberadaan infotainment. PWI dinilai telah melakukan pembiaran terhadap infotainment sehingga infotainment dianggap bermasalah.
"Ini bentuk kegagalan PWI yang memasukkan infotainment sebagai wartawan. Saya melihat ada penurunan moralitas di sini. Kebanyakan wartawan infoianment juga tidak memiliki latar belakang jurnalistik, makanya mereka kurang memahami kode etik peliputan," ujar komedian Dedi Gumilar saat berbincang dengan okezone, Minggu (27/12/2009).
Miing, begitu dia akrab disapa, setuju dengan fatwa haram Infotainment yang dikeluarkan PBNU. "Kita hormati saja keputusan itu, yang saya tidak suka, mereka suka melabrak kode etik dan kurang manusiawi. Saya sering jadi korban infotainment," imbuhnya.
Harusnya, infotainment juga menonjolkan prestasi para selebritis daripada membesar-besarkan masalah pribadi artis. "Infotainment secara tidak langsung sudah mendidik masyarakat untuk suka bergosip dan ini celaka," terang pria yang juga menjadi anggota DPR ini.
Miing tidak khawatir kalau keberadaan infotainment ditiadakan. "Saya besar bukan dibesarkan dari infotainment, mereka belum ada waktu itu," tandasnya.(bul)
(hri)