JAKARTA - Terbitnya buku "Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century", dengan penulis George Junus Aditjondro, disinyalir membuat gerah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan orang-orang di sekitarnya.
Namun George meminta SBY menanggapi bukunya dengan belajar dari sikap Almarhum Haji Abdul Malik Karim Amrulah (Buya Hamka). Hamka pernah membantah buku "Pongkinangolngolan Sinambela gelar Tuanku Rao: Teror Agama Islam Mazhab Hambali di Tanah Batak 1816-1833" yang ditulis oleh Mangaraja Onggang Parlindungan (MOP), dengan buku karangannya sendiri.
Buku MOP tersebut menggambarkan proses Islamisasi dengan kekerasan. Selanjutnya Hamka menulis bantahannya dalam sebuah buku versi Minangkabau yang berjudul "Antara Fakta dan Khayal 'Tuanku Rao'".
"Belajarlah dari Almarhum Hamka. Itu contoh seorang intelektual dan agamawan," ujarnya saat dihubungi, Senin (28/12/2009).
George mempersilakan SBY menulis buku bagaimana kemenangan Partai Demokrat dan SBY sebagai Presiden. SBY harus menuliskan bahwa kemenangan itu dapat dengan cara etis dan halal, seperti yang dia gambarkan.
"Saya gambarkan kemenangan itu diragukan," tukasnya.
Dalam bukunya, George menyampaikan adanya pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan kubu SBY dalam proses pemenangan Pemilu. Sebelumnya, George mengaku sudah menyampaikan adanya pelanggaran tersebut saat Pemilu Legislatif.
"Ada keterlibatan dana asing lewat KPU, partai yang banyak melakukan pelanggaran dan lainnya. Pemilu dilakukan dengan cara melanggar hukum, banyak tim sukses yang tidak terdaftar secara resmi. Ini kekurangan UU Pemilu dibanding Pemilu sebelumnya," tuturnya.
(Rosmiyati Dewi Kandi/Koran SI/hri)