JAKARTA – Pengelola Monumen Nasional (Monas) akan memperbaiki sistem antrean naik lift menuju puncak bangunan tersebut. Sebab, selama ini antrean ke puncak Monas selalu dikeluhkan pengunjung yang berwisata ke salah satu landmark Ibu Kota tersebut.
"Ke depan sudah diprogramkan perbaikan sistem antreannya agar tidak seperti saat ini yang panjang dan lama,” kata Kepala Unit Pelayanan Teknis Monas Rini Hariyani, kemarin.
Rini mengatakan, puncak Monas memang menarik pengunjung. Sebab, dari atas sana pengunjung bisa melihat Kota Jakarta secara luas. Namun untuk naik ke puncak, warga harus melalui lift yang kapasitasnya terbatas.
Akibatnya, antrean menjadi panjang dan mengular. ”Ke depan kami akan berikan tiket antrean. Seperti yang biasa dilakukan di bank, modelnya seperti itu,” lanjutnya. Rini mengatakan, nantinya pengunjung yang akan naik Monas mengambil tiket antrean terlebih dahulu. Setelah itu tidak perlu berdiri mengantre, tetapi bisa menunggu antrean sambil menikmati bagian lain Monas.
”Nanti kalau sudah tiba gilirannya baru menuju lift untuk naik. Jadi, nggak perlu berdiri antre lama dan panjang,” paparnya. Menurut Rini, kapasitas lift Monas maksimal 11 orang. Agar para pengunjung tidak bosan saat menunggu giliran naik, maka fasilitas lain di Monas juga akan diperbaiki ke depan. ”Misalnya dioramanya kami perbaiki, diberi atraksi juga. Jadi biar pengunjung betah,” ujarnya.
Saat ini taman di pelataran Monas juga terus dipercantik dan diperbaiki. Dengan perbaikan-perbaikan itu, Rini yakin ke depan pengunjung Monas akan menjadi lebih banyak lagi.
Diketahui, kunjungan wisata di Monas telah melampaui target yang dipatok tahun ini. Dari target 900.000 pengunjung, saat ini wisatawan yang datang ke Monas sudah melebihi satu juta orang.
Tingginya jumlah pengunjung ini tentu saja membuat target retribusi sudah terlampaui. Target retribusi sebesar Rp3,5 miliar dan saat ini sudah terkumpul Rp4,5 miliar. Perbaikan sistem antrean ini disambut baik warga Jakarta yang suka pergi ke Monas.
Agung (28), seorang warga mengaku gembira atas rencana perbaikan itu sebab selama ini antrean yang paling dikeluhkan.
”Iya antreannya panjang kalau mau naik, jadinya nggak jadi naik,” ujarnya. Dengan diperbaikinya sistem antrean itu, Agung mengaku gembira dan berencana akan ke sana lagi setelah sistem baru berjalan. Dia mengaku penasaran belum pernah naik ke atas Monas karena malas mengantre.
”Bagus itu, kalau pelayanannya makin baik pengunjungnya juga akan makin banyak nanti,” tuturnya.
(Koran SI/Koran SI/ram)