SURABAYA - Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) mewaspadai datangnya musim hujan. Pasalnya air hujan yang tertampung di dalam kolam penampungan lumpur (pond) dikhawatirkan dapat melemahkan kekuatan tanggul.
“Tanggul memang tidak didesain untuk menahan air. Sehingga jika air hujan yang tertampung dalam pond banyak, dikhawatirkan merembes dan membuat tanggul lembek,” kata juru bicara BPLS Achmad Zulkarnain kepada okezone, Selasa (29/12/2009).
Untuk mengalirkan air yang tertampung dalam pond, BPLS telah mendatangkan empat unit pompa air dengan kapasitas 0,2 meter kubik per detik. Selain empat pompa yang baru saja didatangkan tersebut, BPLS juga sudah memiliki 10 pompa air. Sehingga, saat ini total pompa air ada 14 unit. Selain pompa air, BPLS tengah memesan empat pompa lumpur (dredger). Namun hingga kini belum juga datang.
Selain mengandalkan 14 unit pompa air, BPLS juga membuat sudetan di dinding tanggul (over flow) untuk mempercepat pembuangan air hujan.
Sejak keluarnya Perpres yang baru soal lumur Lapindo, tanggul jawab penanganan sembuaran utama yang awalnya menjadi tanggul jawab Lapindo, kini berpindah tangan menjadi kewajiban BPLS.
Meski kondisi ketinggian antara lumpur dengan dinding tanggul hanya tersisa sekitar 1,5 meter, namun BPLS menganggap kondisi ini masih aman.
“Kalau melihat selisih antara elevasi lumpur dengan elevasi tanggul, kita memang sepeti dikejar. Namun kondisi ini belum mengkhawatirkan,” tandas Zulkarnain.
Saat ini, elevasi (ketinggian diukur dari permukaan laut) lumpur sudah mencapai 8,5 meter. Sedangkan elevasi tanggul lumpur berada pada 10 meter. Sehingga, jarak antara lumpur dan bibir tanggul hanya 1,5 meter. Selisih tipis ini terjadi di Siring Barat, yang berbatasan langsung dengan Jalan Raya Porong. Namun BPLS bersikukuh bahwa kondisinya masih aman.
Kata Zulkarnain, saat ini BPLS tengah mengejar pengurukan tanggul lumpur agar elevasinya menjadi 11 meter kembali. Tahun lalu, elevasi tanggul lumpur sudah mencapai 11 meter. Namun, dalam setahun terakhir, telah terjadi penurunan tanah di sekitar Siring Barat. (teb)
(ahm)