JAKARTA – Kinerja Komisi Pemberantasan Koruspsi (KPK) kembali mendapat sorotan. Kali ini, Indonesian Corruption Watch (ICW) menilai, kinerja KPK mengalami penurunan selama 2009.
Direktur Hukum ICW Emerson Junto mengatakan, penindakan KPK kerap menjadi melemah ketika berhadapan dengan pelaku yang memiliki latar belakang politisi, pengusaha besar, atau pihak lain yang mendapatkan back up politik.
Selain itu, kata dia, KPK juga tidak menyentuh aparat penegak hukum dan korupsi di sektor peradilan. ICW juga menilai telah terjadi disorientasi strategi di tubuh KPK dari tindakan ke penindakan, menjadi dari tindakan ke pencegahan.
“Efek jera dari KPK kepada para pelaku korupsi juga melemah. Terbukti sejumlah pihak tidak ditahan sekalipun sudah berstatus tersangka,” tandas Emerson kepada wartawan di Kantor KPK, Jakarta, Rabu (30/12/2009).
Menurut catatan ICW, kasus KPK didominasi oleh persoalan yang mengakibatkan kerugian negara dari 1-20 miliar. Karenanya, ICW meminta KPK tidak bertindak lambat seperti siput dalam mengungkap kasus di 2010 mendatang. ICW pun memberikan sejumlah rekomendasi diantaranya;
1. KPK melakukan pembenahan dan pembersihan internal.
2. Melakukan evaluasi khusus dan perbaikan strategi penindakan perkara korupsi.
3. Menuntaskan kasus yang belum tuntas dan percepat kasus yang macet seperti
kasus Century, Anggodo, dan Agus Condro.
4. KPK harus fokus kepada penindakan dari pada pencegahan.
5. KPK harus memberi efek jera kepada para pelaku korupsi dengan cara menahan dan menggunakan baju tahanan KPK.
(TB Ardi Januar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.