getting time...

Semarang Juara Merusak Lingkungan

Thomas Joko - Okezone
Rabu, 30 Desember 2009 18:42 wib

SEMARANG - Kota Semarang menorehkan prestasi terkelam sepanjang tahun 2009 di bidang lingkungan hidup. Lembaga Bantuan Hukum Semarang mencatat bahwa di tahun 2009 telah terjadi 57 kasus perusakan lingkungan hidup di ibu kota Jawa Tengah itu.

"Itu jumlah yang sangat fantastis jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Jateng. Kabupaten dengan kasus lingkungan terbesar kedua adalah Pati dengan 15 kasus. Jadi kasus di Semarang memang sangat kentara," papar Erwin, Koordinator Pendampingan Lingkungan Hidup LBH Semarang siang tadi, Rabu (30/11/2009).

Perusakan lingkungan parah terjadi di kawasan Tugu Semarang, di mana beberapa perusahaan tidak memiliki ijin. Sebaran kasus perusakan lingkungan di Jateng terutama memang terjadi di kawasan Pantura. Arus industrialisasi dan kemajuan telah merusak sedemikian rupa sehingga wilayah pesisir hampir kehilangan fungsinya.

LBH Semarang mencatat selama tahun 2009 muncul 41 kasus rob dan banjir akibat praktek pembangunan yang salah urus yang mendasari krisis iklim di nusantara.

Pembangunan tidak didasarkan pada daya dukung lingkungan, yakni berlanjutnya pembangunan di atas lahan reklamasi dan pencemaran laut.
Pembangunan salah urus ini juga menyebabkan 16 kecelakaan laut dan 2 kasus kriminalisasi nelayan.

Dibukanya peluang investasi di kepulauan Karimun Jawa mengancam 5 ribu nelayan tradisional. "Kasus perusakan lingkungan mengalami kenaikan terus menerus tiap tahun. Jika pada 2008 terjadi 217 kasus maka tahun 2009 mencapai 217 kasus perusakan lingkungan di Jateng," jelasnya.
(hri)

  • demang wiro » 0 Tanggapan
    semarangku tercinta kenapa jadi begini, ayo bangkit semarang, selamatkan semarang jangan sampai tenggelam
    Beri Tanggapan Laporkan
  • rahma » 0 Tanggapan
    dah ndak kaget, diaerah pati yang subur dengan slogan pati bumi mina tani aja, banyak buannget yang seenaknya buang limbah, khusus di kecamatan Margoyoso Kab Pati hemmm, kl lwat jalan kearah tayu baunya nikmat limbah.dari pabrik pembuat tepung tapioka. tapi anehnya dah bertahun2X. pihak pemda pati kok cuek2X aja, kasihan lho daerah desa yang lain.untung di Pribadi menDZalimi Orang lain. saran sebagai masyarakat awam. bolehlah ada pabrik tapi harus peduli lingkungan donk?! jangan limbah dibuang disungai begitu aja. emange kita hidup individual ndak sosial kasihan to?? trus emange sungai ngalir di kampung yang pnya pabrik? endak kan? kasihan tuh yang Punya sawah +tambak, tlng donk kl pabrik pembuat tepung tapioka hasil limbah ny diolah dulu sehingga tidak berbau &tidak ktor. cintailah PATI yang asri Dan SuBUR!
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.