JAKARTA - Satu pilot dan awak pesawat penyemprot pupuk milik PT Smart, grup PT Sinar Mas, tewas dalam insiden di Ketapang, Kalimantan Barat, kemarin. PT Sinar Mas memastikan akan memberikan santunan kepada keduanya.
Korban tewas tersebut adalah Mayor Infantri (Purn) Sigit Judihadjo selaku pilot dan awak pesawatnya Winarno. Keduanya tewas saat pesawat yang ditumpanginya menabrak salah satu bangunan Rumah Sakit Dr Agusdjam, Ketapang.
“(Santunan) pastinya ada lah. Cuma saya tidak tahu berapa jumlahnya dan semua teknisnya seperti apa,” kata Communication and Public Relations PT Sinar Mas Dian Primalembana saat berbincang dengan okezone melalui telepon, Jumat (1/1/2009).
Menurut Diar, untuk kebijakan santunan dan sebagainya berada di tangan Presiden Direktur PT Smart. Meskipun dalam standar perusahaan semuanya karyawan Sinar Mas sudah ditanggung asuransi.
Ditanya mengenai penyebab jatuhnya pesawat tersebut, Diar mengaku, hingga kini pihaknya bersama dinas terkiat masih melakukan penyelidikan. “Kita belum tahu, semuanya masih diselidiki,” katanya.
Seperti diberitakan, sebuah pesawat pemupukan menimpa Rumah Sakit Umum Dr Agusdjam, Ketapang, kemarin pagi. Setelah menimpa rumah sakit pesawat juga sempat menabrak Mobil Toyota Avanza yang terparkir di sekitar rumah sakit.
Namun, yang menjadi korban dalam insiden ini hanya dua orang yakni Pilot Sigit Judihadjo dan satu awak bernama Winarno.
(ded)